Bulog Tegaskan Swasembada Merupakan Kunci Kedaulatan
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 15:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Alfreds Tuter
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan swasembada pangan menjadi tolok ukur kedaulatan bangsa. Negara dinilai tidak berdaulat apabila bergantung pada impor pangan.
“Swasembada pangan adalah parameter utama kemandirian bangsa,” kata dia saat hadir dalam talkshow interaktif bertema Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
Ia menyebut kedaulatan hanya tercapai bila pasokan pangan dikendalikan sendiri.
Rizal mengatakan swasembada berarti mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional. Kondisi tersebut tanpa impor maupun bantuan negara lain.
Ia menyebut pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Bulog mendapat penugasan khusus. Bulog ditugaskan menyerap beras setara beras sebanyak tiga juta ton pada 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Target penyerapan tersebut berhasil direalisasikan Bulog. Keberhasilan didukung Babinsa, TNI Angkatan Darat, dan pelaku pertanian.
“Penyerapan tiga juta ton ini tertinggi sepanjang Indonesia merdeka,” katanya. Capaian tersebut menjadi rekor nasional penyerapan beras.
Rizal menyebut stok Bulog mencapai puncak pada Agustus 2025. Stok tercatat sebesar 4,2 juta ton setara beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Capaian ini memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Ia menambahkan Presiden menyatakan Indonesia swasembada pangan pada 2025. Pernyataan disampaikan Presiden saat kunjungan ke Purwakarta.
Rizal mengatakan apresiasi Presiden dan Komisi IV DPR menjadi motivasi Bulog. Bulog didorong memaksimalkan tugas, fungsi, dan pelayanan masyarakat.
Bulog memiliki tiga pilar utama dalam menjalankan tugasnya. Pilar tersebut mencakup ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga pangan.
“Stabilisasi harga penting agar sesuai harga eceran tertinggi,” kata dia.
Langkah ini menjaga daya beli masyarakat secara nasional. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!