Kegiatan Budaya Imlek Digelar Perdana di Kantor Pusat ASEAN Jakarta
📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Xinhua
JAKARTA/NANNING - Menjelang perayaan Tahun Kuda Api dalam penanggalan lunar Tiongkok, karnaval bertajuk "Menyambut Musim Semi dengan Kuda Perkasa, Keberkahan bagi ASEAN" dalam rangkaian Happy Chinese New Year 2026 digelar di Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Kamis (5/2).
Acara ini menandai kali pertama kegiatan budaya Imlek Tiongkok diselenggarakan di kantor pusat ASEAN.
Pada 2024, Festival Musim Semi Tiongkok dimasukkan ke dalam Daftar Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia oleh UNESCO. Seiring dengan semakin dalamnya proses globalisasi, Festival Musim Semi tidak hanya menjadi momen reuni bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi penghubung baru bagi dialog antarperadaban.
Karnaval ini mengundang para tamu dari berbagai negara untuk menikmati nuansa Tahun Baru Imlek dan keindahan seni pertunjukan Tiongkok. Tarian tradisional Tiongkok, opera Cai Diao, serta pertunjukan musik dengan alat musik seperti erhu dan suona meraih sambutan hangat.
Tak hanya itu, alat musik etnik Guangxi, maguhu dan bole, dipadukan dengan alat musik khas Indonesia, gamelan, saat musisi Tiongkok dan Indonesia bersama-sama membawakan lagu klasik seperti "Jasmine Flower" dan "Mountain Songs Are Like the Spring River".
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kegiatan tersebut, media Guangxi bersama Televisi Nasional Indonesia, EL JOHN TV Indonesia, dan Harian Indonesia lainnya di kawasan ASEAN meluncurkan Pekan Penayangan Video Pendek Tahun Baru Imlek Tiongkok-ASEAN. Acara ini menampilkan suasana perayaan Tahun Baru Imlek secara multidimensi, baik di Tiongkok maupun di negara-negara ASEAN, melalui serangkaian video pendek.
Para penampil menyuguhkan tarian, nyanyian, opera, serta pertunjukan boneka yang memikat.
Wakil Direktur Institut Studi Asia Tenggara Akademi Ilmu Sosial Guangxi, Lei Xiaohua, mengatakan bahwa dalam sejumlah kegiatan pertukaran lintas negara, kolaborasi pertunjukan antara generasi muda Tiongkok dan ASEAN sangat bermanfaat untuk memicu dan menumbuhkan semangat kreatif generasi muda ASEAN, serta mendorong pembelajaran timbal balik dan pertukaran budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari yang sama, pameran budaya Imlek dan pasar budaya Tahun Baru Imlek juga digelar di Kantor Pusat ASEAN. Para tamu merasakan secara imersif etiket jamuan "Teh untuk Dunia", membuat cetakan kaligrafi dan tinta, menikmati seni gunting kertas, serta mencicipi hidangan khas Tahun Baru Imlek.
Selain itu, mereka juga menjajal perangkat terjemahan pintar dan mengenakan kacamata realitas tertambah (augmented reality/AR), merasakan komunikasi tanpa hambatan secara imersif, sekaligus menelusuri legenda ribuan tahun lukisan bebatuan Huashan Zuojiang.
Sebelumnya, dua kegiatan singkat bertajuk "Segera Mendapat Keberkahan" digelar di Stasiun Halim di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), dan pusat perbelanjaan Central Park di Jakarta, yang memicu gelombang antusiasme "Selamat Tahun Baru Imlek" di kalangan masyarakat setempat.
CEO Bolong Media Indonesia, Wu Chonghua, menyatakan bahwa budaya Tiongkok memiliki fondasi yang cukup kuat di Indonesia. Jakarta sendiri memiliki komunitas etnis Tionghoa yang besar dengan suasana Imlek yang kental.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mendalami budaya Tiongkok, misalnya busana Tang yang kian populer dan mulai dicoba oleh banyak orang.
Bahkan, unsur gaya busana Tang kini juga terlihat dalam desain batik Indonesia. Menurutnya, kehadiran kegiatan budaya Imlek di Indonesia akan semakin mendorong pemahaman yang lebih luas terhadap budaya Tiongkok dan Imlek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!