Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Imlek Nasional Berhasil Pecahkan Rekor Dunia

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 23:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Imlek Nasional Berhasil Pecahkan Rekor Dunia Doc: Antara

Jakarta - Puncak perayaan Festival Imlek Nasional 2026, melalui kegiatan ‘Makan Besar Bersama Bobon Santoso’ berhasil memecahkan Guinnes World Record yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta.

Capaian positif ini disambut baik oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar yang mengatakan bahwa Lontong Cap Go Meh yang disajikan menjadi simbol akulturasi sekaligus kreativitas kuliner dan inklusivitas.

“Kegiatan makan besar ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM, kreator konten, dan komunitas lokal untuk menampilkan inovasi sambil menjaga tradisi kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Wamen Ekraf Irene melalui keterangan resminya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu.

“Karena perayaan Imlek bertepatan dengan Ramadan, hidangan berupa Lontong Cap Go Meh simbol akulturasi kuliner Tionghoa dan tradisi Ramadan Indonesia,” lanjut dia.

Kegiatan yang berhasil memecahkan rekor dunia ini menyajikan Lontong Cap Go Meh sebanyak 5.054 porsi hidangan, sehingga secara resmi memecahkan Guinness World Record dalam kategori Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours.

Kegiatan makan besar ini dimanfaatkan oleh ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang pun hadir untuk menikmati hidangan khas Lontong Cap Go Meh.

“Acara makan besar ini bukan hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga menjadi momentum berbagi, berinteraksi, dan merayakan kekayaan kuliner serta tradisi Cap Go Meh,” ujar Irene.

Kegiatan Makan Besar Bersama Bobon Santoso membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia bukan hanya soal rasa, tetapi juga menjadi simbol persatuan, wahana kreativitas, dan the new engine of growth bagi ekosistem ekonomi kreatif bangsa.

Nilai kebersamaan, gotong‑royong, dan apresiasi terhadap budaya kuliner terlihat nyata dalam partisipasi masyarakat, menegaskan bahwa ekonomi kreatif tumbuh dari kreativitas, budaya, dan partisipasi publik, bukan hanya dari industri besar semata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.