Sinner, Djokovic, Alcaraz Absen, PTPA Peringatkan Ancaman Jadwal Padat di Kalender Tenis Dunia
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 07:31 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraTORONTO - Asosiasi pemain tenis profesional PTPA menilai gelombang pengunduran diri dari Canadian Open menjadi bukti semakin seriusnya persoalan beban pertandingan. Mereka menyebut kalender kompetisi yang terlalu panjang dan minimnya waktu pemulihan meningkatkan risiko cedera di kalangan pemain.
Gelombang absen para pemain top di Canadian Open kembali memicu perdebatan mengenai padatnya kalender tenis profesional.
Professional Tennis Players Association (PTPA) menyatakan prihatin setelah sejumlah bintang dunia terpaksa menarik diri dari turnamen tersebut karena cedera. Menurut organisasi yang mewakili kepentingan pemain itu, kondisi tersebut bukan kejutan, melainkan konsekuensi dari jadwal kompetisi yang semakin panjang.
PTPA menilai berkurangnya waktu pemulihan antarturnamen membuat cedera muncul lebih awal dalam musim dan berpotensi menjadi lebih serius.
“Kami sedih, tetapi tidak terkejut dengan absennya para pemain di turnamen ini,” demikian pernyataan PTPA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Canadian Open tahun ini kehilangan sejumlah nama besar dari sektor putra. Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dan juara Grand Slam 24 kali Novak Djokovic tidak ambil bagian.
Carlos Alcaraz juga harus menepi karena cedera pergelangan tangan. Sementara itu, harapan tuan rumah Felix Auger-Aliassime mundur karena masalah punggung sebelum memainkan pertandingan pertamanya.
Di sektor putri, juara bertahan Victoria Mboko juga absen. Finalis Wimbledon Karolina Muchova, Emma Raducanu, dan Jasmine Paolini turut tidak tampil karena cedera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Babak perempat final Canadian Open mulai dimainkan pada Senin.
Namun, absennya sejumlah pemain unggulan kembali menyoroti masalah yang lebih luas dalam kalender tenis dunia.
Penyelenggara turnamen bahkan telah mengakui pada bulan lalu bahwa banyaknya pengunduran diri mendadak dari turnamen Masters 1000 telah berkembang menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.
PTPA mengklaim telah mengumpulkan dan menganalisis data cedera dari lebih dari 30.000 pertandingan profesional di berbagai level selama delapan tahun terakhir.
Proyek tersebut dimulai tiga tahun lalu bersama direktur medis PTPA, Dr. Robby Sikka.
Hasil analisis mereka menunjukkan peningkatan cedera pada bagian tubuh tertentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!