Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Minta Jepang Merenung Jika Ingin Ubah Konstitusi Soal Militer

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sejak pembentukan Pasukan Bela Diri Jepang pada 1954, Jepang sengaja mengadopsi nama-nama pangkat yang menjauhkan pasukan modern dari militer kekaisaran. Istilah seperti issa (perwira lapangan pertama) menggantikan gelar lama seperti taisa (kolonel).

Di antara usulan perubahan pangkat, istilah ittohei (prajurit kelas satu) dan nitohei (prajurit) mendapat penolakan paling kuat dari Kementerian Pertahanan dan SDF sendiri karena kata hei, yang berarti prajurit, dinilai terdengar ketinggalan zaman serta membawa citra yang tidak menyenangkan dan berstatus rendah.

Para pendukung rencana tersebut meyakini bahwa pengembalian terminologi tradisional Jepang akan memperkuat moral dan menandai pengakuan SDF sebagai pasukan pertahanan nasional yang sah.

Proposal tersebut dilaporkan muncul dari kesepakatan antara LDP yang berkuasa dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), yang berpendapat bahwa SDF harus lebih selaras dengan standar internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
El Nino Bikin Kebutuhan Lis...
Luar Negeri
Chad Mundur dari ICC dan Ik...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.