Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lonjakan Konsumsi Bukan karena Struktural, tapi Didorong Faktor Musiman

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurut Aloysius, dari sisi sektoral, industri pengolahan masih memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi. Capaian itu penting untuk dijaga karena industri pengolahan memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan menjaga stabilitas struktur ekonomi jangka menengah.

Namun demikian, Aloysius mengingatkan bahwa belum jelas sepenuhnya seberapa kuat pengeluaran masif pemerintah, terutama untuk program-program populis yang mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat maupun memperkuat kinerja industri manufaktur secara berkelanjutan.

Ia menilai ekspansi fiskal yang beraroma populis tidak otomatis memiliki daya tahan jangka panjang, mengingat adanya batas-batas aman dalam pengelolaan fiskal negara. Oleh karena itu, kebijakan yang secara konsisten mendukung penguatan industri pengolahan perlu mendapat prioritas, khususnya dari sisi kelembagaan.

Aloysius juga menegaskan pentingnya kendali fiskal agar ekspansi belanja negara tidak justru menjadi beban yang kontraproduktif.

Pengamat kebijakan publik dari Fitra, Badiul Hadi mengatakan, capaian realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen layak diapresiasi, terlebih di tengah perlambatan ekonomi global dan fragmentasi geopolitik yang masih membayangi. Capaian itu menunjukkan bahwa ekonomi domestik Indonesia memiliki daya tahan yang relatif baik.

Namun demikian, di balik angka yang impresif tersebut, ada beberapa catatan kritis yang perlu dikemukakan agar euforia tidak menutup pembacaan yang lebih jujur dan struktural. Penguatan permintaan domestik patut dilihat secara lebih hati hati. Lonjakan konsumsi rumah tangga memang mencerminkan perbaikan daya beli dan mobilitas masyarakat. Tetapi momentum itu tidak sepenuhnya lahir dari peningkatan kesejahteraan yang bersifat struktural. Faktor musiman khususnya belanja dan mobilitas selama libur akhir tahun masih memegang peran signifikan.

Dalam konteks itu, tantangan ke depan bukan sekadar memperbesar belanja, melainkan memastikan kualitas dan daya ungkit belanja negara terhadap sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja.

Pertumbuhan ekonomi 2025 yang secara kumulatif mencapai 5,11 persen menandai perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan lompatan struktural yang dibutuhkan untuk keluar dari jebakan pertumbuhan moderat.

“Indonesia masih berada pada persimpangan apakah pertumbuhan ini akan menjadi fondasi bagi transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, atau sekadar siklus tahunan yang ditopang faktor musiman dan stimulus jangka pendek,”ungkap Badiul.

Tantangan utama ke depan bukan lagi soal mengejar angka pertumbuhan semata, melainkan memperkuat kualitas pertumbuhan. Menurut dia, tanpa reformasi struktural yang konsisten mulai dari peningkatan produktivitas, kualitas investasi, hingga penguatan sektor ekspor, pertumbuhan yang melampaui ekspektasi pasar hari ini bisa dengan mudah berubah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Dua Kelo...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.