Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota: Bandung Bertekad Jadi Kota Pertama Bereskan Sampah Berbasis Wilayah Lewat “Gaslah”

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Wali Kota: Bandung Bertekad Jadi Kota Pertama Bereskan Sampah Berbasis Wilayah Lewat “Gaslah” Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (tengah)

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mendorong penanganan sampah di Kota Bandung kini harus bertumpu pada kekuatan wilayah.

Hal ini menyusul pengurangan jatah pembuangan sampah ke TPA Sarimukti sebesar 20 persen atau sekitar 300 ton per hari, yang berpotensi menimbulkan penumpukan sampah harian di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kondisi ini membuat Pemkot Bandung harus bergerak cepat dengan strategi baru yang berbasis RW.

Salah satu andalannya adalah program Gaslah atau Petugas Pemilah, yang diposisikan sebagai garda terdepan penanganan sampah di tingkat kewilayahan.

“Sampah kita terancam lagi karena TPA Sarimukti mengurangi jatahnya 20 persen atau sekitar 300 ton. Artinya, kita terancam akan ada tumpukan sampah setiap hari di Kota Bandung sebanyak 300 ton. Maka andalan kita adalah wilayah,” ujar dia dalam Siskamling Siaga Bencana ke-81 di Kelurahan Sadang Serang, Rabu (4/2).

Menurut Wali Kota Farhan, Bandung harus menjadi kota pertama yang melakukan pemilahan sampah langsung dari rumah dan diselesaikan di tingkat RW.

Pemkot Bandung berupaya untuk tidak melakukan pola pemilahan sampah yang masih bertumpu di TPS.

“Bandung harus jadi kota pertama yang melakukan pemilahan dari rumah dan di RW. Sehingga semua sampah organik harus selesai di RW. Sampah non-organik baru akan diangkut oleh petugas sesuai jadwal. Karena kita mulai mau menerapkan sistem: sampah hari ini habis hari ini,” kata dia.

Dalam dialog di lapangan terungkap, tidak semua RW memiliki fasilitas pengolahan sampah. Untuk itu, sementara waktu pengolahan akan dibantu melalui penampungan di kelurahan, dukungan petugas, maggot plasma, serta sentralisasi di lokasi yang memiliki lahan memadai.

Untuk konteks di Kelurahan Sadang Serang, Wali Kota Farhan juga menghitung, jika 21 RW masing-masing menghasilkan 25 kilogram sampah organik per hari, maka terdapat sekitar 525 kilogram yang harus dikelola setiap hari hanya dari satu kawasan.

Hasil utama dari pengolahan sampah organik di tingkat RW adalah kompos. Wali Kota Farhan memastikan, kompos yang dihasilkan warga akan sepenuhnya diserap Pemkot Bandung.

“Jangan khawatir, kompos 100 persen akan diambil oleh Pemkot asal diinformasikan. Koordinasi dengan DLH mengenai surplus produksi kompos. Kompos ini sangat berguna," kata dia.

Lebih jauh, Wali Kota Farhan merancang integrasi antara program Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur Dahsat agar saling terhubung dalam satu siklus pemanfaatan.

“Kompos hasil pengolahan sampah harus 100 persen dimanfaatkan oleh buruan sae. Hasil panen buruan sae harus dimanfaatkan oleh dapur dahsat. Sisa sampahnya kembali diolah oleh pengolahan sampah organik,” tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.