Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensesneg Prasetyo Hadi Minta Kepala Desa Aktif Pantau Warga Rentan, Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensesneg Prasetyo Hadi Minta Kepala Desa Aktif Pantau Warga Rentan, Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang Doc: Antara
Ket. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan dalam sesi jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2).

Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, mengingatkan pemerintah daerah termasuk kepala desa dan kepala dusun untuk aktif selalu memantau keadaan warganya, khususnya mereka yang merupakan kelompok rentan.

Langkah proaktif pemerintah daerah, menurut Prasetyo, menjadi salah satu cara untuk mencegah insiden tragis yang dialami seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara, kembali berulang ke depannya.

"Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring, dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2) malam.

Pras -- sapaan akrab Prasetyo -- mengatakan pemerintah daerah wajib proaktif mengecek keadaan warganya untuk menunjukkan kehadiran negara terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrim dan miskin.

Pras pun berjanji pemerintah akan memikirkan cara-cara untuk mencegah insiden yang terjadi di NTT itu kembali terjadi. Sejauh ini, Pras menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

"Kami memastikan kalau pun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan terutama yang paling bawah sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Prasetyo Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Pras menyatakan insiden di NTT itu pun menjadi bahan evaluasi kebijakan terkait penghapusan kemiskinan yang saat ini berjalan.

"Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," ujar Pras.

Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama
”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya karena ibundanya, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Lebih Cermat Lagi Belanja D...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.