Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi Minta Humas Pemerintah Kompak Sampaikan Kebijakan Publik

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 14:42 WIB | Oleh:
Menkomdigi Minta Humas Pemerintah Kompak Sampaikan Kebijakan Publik Doc: Komdigi
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta seluruh insan humas pemerintah untuk terus menjaga kekompakan. Hak ini penting untuk memperkuat koordinasi dalam menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Menurut dia, peran humas saat ini semakin strategis di tengah dinamika informasi yang cepat dan beragam. Ia menekankan pentingnya membangun satu narasi besar demi kepentingan bangsa, meski disampaikan dengan gaya komunikasi yang berbeda-beda sesuai karakter masing-masing instansi.

“Mari kita jaga satu narasi untuk membangun negeri, dengan suara yang beragam, gaya yang berbeda, tetapi arah dan tujuannya sama. Peran humas hari ini sangat strategis dan tidak ringan, namun kita hadapi bersama,” ujar Meutya dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Meutya menilai kekompakan antarhumas pemerintah menjadi kunci dalam menangkal disinformasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program dan kebijakan negara. Koordinasi yang solid juga dinilai mampu memastikan pesan pemerintah tersampaikan secara utuh, jelas, dan tidak saling bertentangan.

Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis humas pemerintah dapat menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan konstruktif demi mendukung pembangunan nasional. Ia pun menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan komunikasi publik. Hal ini menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital.

Pemerintah, menurutnya, tidak lagi memiliki ruang untuk terlambat menyampaikan narasi resmi di tengah derasnya arus informasi yang bergerak cepat dan masif. Ia menyebut, publik harus dilindungi dari informasi hoaks.

Hal tersebut disampaikan Meutya dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 yang digelar Rabu (4/2) di Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri para Kepala Biro Humas kementerian dan lembaga, BUMN, BUMD, serta perwakilan pemerintah daerah.

“Sekarang kita sudah tidak punya kemewahan untuk memilih antara cepat atau tepat. Keduanya harus berjalan bersamaan. Kalau kita tidak cepat, ruang itu akan diisi oleh disinformasi, dan pada akhirnya informasi yang sampai ke masyarakat justru menjadi tidak tepat,” kata Meutya.

Ia menilai tantangan komunikasi publik pemerintah semakin kompleks seiring masifnya persaingan konten di media sosial. Keberhasilan humas, lanjut Meutya, tidak lagi diukur dari seberapa rapi pesan yang disusun, melainkan dari seberapa jauh informasi tersebut benar-benar sampai dan dipahami masyarakat.

“Ukuran keberhasilan humas bukan apa yang kita tulis, tapi apa yang sampai ke publik. Kalau informasi yang akurat tenggelam oleh disinformasi, itu juga salah,” ujar dia.

Meutya juga menegaskan bahwa fungsi komunikasi publik kini menjadi bagian integral dari kepemimpinan negara. Reputasi pemerintah serta keberhasilan program nasional sangat ditentukan oleh konsistensi suara negara di ruang publik yang dijalankan oleh humas di setiap instansi.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi dan jejaring antarlembaga dalam menghadapi disinformasi. Menurutnya, pola penyebaran hoaks saat ini bekerja secara kolektif sehingga tidak bisa dilawan secara parsial.

“Kalau disinformasi bekerja secara berjejaring, maka humas pemerintah juga harus berjejaring. Kolaborasi jauh lebih relevan dibandingkan kompetisi di era digital,” kata Meutya.

Penguatan data juga disebut sebagai fondasi utama agar komunikasi publik dapat berlangsung cepat dan akurat. Konsolidasi data internal dinilai menjadi prasyarat penting agar humas mampu merespons isu strategis secara sigap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.