Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Ingatkan DLH, Truk Sampah Listrik Jangan Sampai Jadi Besi Tua

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh:
DPRD DKI Ingatkan DLH, Truk Sampah Listrik Jangan Sampai Jadi Besi Tua Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Kalangan legislatif di Kebon Sirih mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta agar serius menyiapkan infrastruktur pendukung operasional truk sampah listrik.

JAKARTA - Kalangan legislatif di Kebon Sirih mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta agar serius menyiapkan infrastruktur pendukung operasional truk sampah listrik. Tanpa dukungan memadai, kendaraan ramah lingkungan tersebut dikhawatirkan hanya akan berakhir sebagai barang rongsokan.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, mengungkapkan saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki lima unit truk sampah listrik. Pengadaan armada tersebut merupakan bagian dari upaya menekan polusi udara dan mendorong transisi Jakarta menuju kota bersih dan hijau berbasis energi baru dan terbarukan.

"Penggunaan truk sampah listrik jangan hanya berhenti pada pengadaan. Truk-truk ini harus benar-benar beroperasi secara optimal untuk membersihkan sampah," ujar Bun, Senin (2/2).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai, optimalisasi operasional menjadi kunci agar investasi kendaraan listrik tidak sia-sia. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan sistem pengangkutan sampah berbasis listrik berjalan efektif di lapangan.

Ia menyoroti pentingnya ketersediaan infrastruktur pengisian daya di berbagai titik strategis. Tanpa stasiun pengisian listrik yang memadai, truk sampah listrik berpotensi mengalami kendala operasional saat bertugas.

"Pengisian daya harus mudah diakses. Jangan sampai truknya ada, tapi sulit mengisi ulang tenaga," kata Bun.

Selain infrastruktur pengisian, Bun juga menekankan aspek perawatan sebagai faktor krusial dalam penggunaan truk sampah listrik. Menurutnya, tanpa perawatan yang terencana dan berkelanjutan, usia pakai kendaraan akan jauh lebih pendek.

"Kalau perawatannya tidak memadai, ujung-ujungnya truk itu hanya akan jadi besi tua. Ini harus diantisipasi sejak awal," ucapnya.

Bun menilai pengelolaan armada listrik yang baik penting untuk menjawab persoalan sampah Jakarta dalam jangka panjang. Ia berharap DLH DKI Jakarta menyiapkan strategi komprehensif agar teknologi ramah lingkungan tersebut benar-benar memberi dampak nyata.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai mengoperasikan truk sampah listrik tipe compactor. Truk tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, bebas emisi, dan memiliki tingkat kebisingan rendah.

Hingga April 2025, DLH DKI Jakarta telah mengadakan lima unit truk pemadat listrik yang dilengkapi perangkat pengisi daya. Setiap unit memiliki kapasitas angkut enam hingga tujuh meter kubik sampah.

Truk compactor listrik tersebut dilengkapi sistem full elektrik tanpa emisi, teknologi pemadatan sampah otomatis, serta panel kendali digital dan sistem pengaman. Kendaraan ini memiliki kebutuhan daya listrik sebesar 1,5 kilowatt dengan sistem tiga fase.

Untuk menunjang operasional armada tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah lokasi strategis, termasuk pangkalan truk DLH dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.