Main Air Sambil Healing? Yuk, Susur Sungai Ngotok: Wisata Baru yang Lagi Hits di Mojokerto
📅 Rabu, 04 Feb 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Mojokerto
MOJOKERTO – Munculnya destinasi wisata baru mencerminkan upaya diversifikasi ekonomi daerah sekaligus strategi memperluas sebaran kunjungan wisatawan.
Kehadiran objek wisata ini tidak hanya menambah alternatif rekreasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, serta peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
Namun, keberlanjutan destinasi sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, kualitas layanan, dan tata kelola lingkungan.
Tanpa perencanaan matang, euforia pembukaan wisata baru berisiko bersifat jangka pendek. Karena itu, pengembangan destinasi idealnya diarahkan pada konsep berkelanjutan agar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dalam jangka panjang, bukan sekadar proyek seremonial.
Susur Sungai Ngotok menjadi destinasi wisata baru di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto, Jawa Timur yang bisa dimanfaatkan warga untuk mengisi liburan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Rabu (4/2), mengatakan destinasi wisata baru tersebut diluncurkan bersamaan dengan kerja bakti massal dan tanam pohon yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon.
Ning Ita, sapaan akrab wali kota menjelaskan bahwa wisata susur sungai ini menjadi bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata di Kota Mojokerto.
"Taman Bahari Mojopahit ini memiliki salah satu wisata yang disebut dengan susur Sungai Ngotok. Kita akan uji cobakan hari ini karena kita sudah mempersiapkan kelayakan untuk operasional, mulai dari operator yang telah bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang sudah tersedia," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, ada tiga jenis wahana yang disediakan bagi pengunjung untuk menyusuri aliran Sungai Ngotok, yakni perahu tradisional, speedboat dan jetski.
Untuk tarifnya, kata dia, wisatawan yang ingin menaiki jetski dikenakan biaya sebesar Rp200 ribu, speedboat dipatok Rp80 ribu, dan perahu tradisional Rp20 ribu.
"Namun selama masa uji coba khusus Januari–Maret 2026 hanya dikenakan Rp10 ribu untuk satu kali perjalanan pulang-pergi sepanjang 5 kilometer dari Kali Ngotok hingga Sungai Brantas dan kembali ke kawasan TBM," ucapnya.
Ning Ita mengatakan bahwa pengembangan wisata susur sungai ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata TBM. Kawasan tersebut sebelumnya juga telah disiapkan dengan wisata petik jeruk yang akan dibuka saat masa panen tiba.
"Nanti kalau jeruknya sudah mulai panen, wisatawan bisa sekaligus menikmati wisata petik jeruk di pinggir Kali Ngotok," ujarnya.
Dengan hadirnya wisata susur Sungai Ngotok, Pemerintah Kota Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!