Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Analisis Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 dan Prediksi Risiko Global Tahun 2026

4 Rabu, 04 Feb 2026, 18:36 WIB | Oleh:
Analisis Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 dan Prediksi Risiko Global Tahun 2026 Analisis Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 dan Prediksi Risiko Global Tahun 2026 Doc: ANTARA/HO-Permata Bank
Ket. (Ki-ka) Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, Head of Industry & Regional Research Permata Bank Adjie Harisandi, dan Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman memaparkan laporan PIER Economic Outlook “Reviving Domestic Growth, Navigating Global Shocks.”

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diproyeksikan bakal menutup tahun dengan catatan impresif di level 5,07 persen (year on year/yoy), meningkat tipis dibandingkan capaian tahun sebelumnya. 

Optimisme ini didorong oleh akselerasi kinerja pada kuartal IV-2025 yang diperkirakan menyentuh angka 5,25 persen, dipicu oleh menggeliatnya permintaan domestik serta kebijakan pemerintah yang agresif dalam mendorong investasi dan belanja sosial menjelang akhir tahun.

“Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia akan meningkat dari 5,04 persen yoy pada Q3 2025 menjadi 5,25 persen yoy pada Q4 2025, sehingga mendorong pertumbuhan sepanjang tahun 2025 ke level 5,07 persen,” kata Faisal saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Faisal menjelaskan bahwa proyeksi kinerja yang lebih kuat pada kuartal IV 2025 terutama didorong oleh membaiknya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), sejalan dengan agenda pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan.

Secara lebih rinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV diperkirakan meningkat dengan potensi kembali ke kisaran 5 persen yoy.

Sebagian besar indikator utama, termasuk Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), penjualan ritel, penjualan mobil dan sepeda motor, serta impor barang konsumsi, menunjukkan perbaikan yang cukup merata.

Tren ini sejalan dengan berbagai langkah pemerintah yang mendukung pertumbuhan, seperti stimulus fiskal, bantuan sosial, dan kebijakan untuk memperkuat pasar tenaga kerja.

“Dalam konteks ini, pertumbuhan belanja pemerintah pada Q4 2025 juga diperkirakan meningkat, terutama pada belanja barang dan bantuan sosial. Konsumsi rumah tangga juga diperkirakan memperoleh dukungan tambahan dari peningkatan permintaan musiman terkait libur akhir tahun,” kata Faisal.

Selanjutnya, pertumbuhan PMTB juga diproyeksikan menguat pada kuartal IV, seiring dengan perbaikan PMI manufaktur serta pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi.

Pemulihan ini diperkirakan didorong oleh investasi bangunan maupun non-bangunan, sejalan dengan rebound konsumsi semen dan percepatan pertumbuhan impor barang modal.

Sementara dari sisi eksternal, pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat seiring penerapan tarif resiprokal AS dan berlanjutnya perlambatan ekonomi Tiongkok.

Di sisi lain, pertumbuhan impor diproyeksikan menguat, terutama didorong oleh impor barang modal, sejalan dengan membaiknya permintaan domestik, khususnya investasi tetap.

Untuk tahun 2026, Faisal menilai bahwa risiko utama terhadap prospek ekonomi Indonesia secara umum masih serupa dengan tahun 2025.

Dari sisi eksternal, ketidakpastian akibat perang dagang global, ketegangan geopolitik, serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang masih lambat diperkirakan akan berlanjut.

Meski demikian, kondisi pertumbuhan global yang cenderung melemah menunjukkan bahwa tekanan inflasi akan tetap terkendali.

Hal ini dinilai dapat membuka ruang bagi penurunan suku bunga kebijakan lebih lanjut, meskipun lebih terbatas dibandingkan 2025, yang berpotensi mendukung sentimen risk-on terhadap aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
HYBE: BTS Siapkan Tambahan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.