Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi AI Terhambat Kesenjangan Persepsi Antara Pimpinan dan Staf

📅 Senin, 02 Feb 2026, 19:55 WIB | Oleh:
Transformasi AI Terhambat Kesenjangan Persepsi Antara Pimpinan dan Staf Doc: Dale Carnegie
Ket. President & CEO Dale Carnegie Global, Joe Hart dalam acara media roundtable yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin (2/2). Dale Carnegie mengungkap kesenjangan persepsi adopsi AI antara pimpinan dan staf. Kepemimpinan berbasis komunikasi, empati, dan psychological safety dinilai krusial di era kecerdasan buatan.

JAKARTA – Di tengah akselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI), banyak organisasi menghadapi tantangan yang lebih mendasar daripada teknologi itu sendiri yaitu berupa kesenjangan persepsi antara pimpinan dan contributor individual (staf).

Dale Carnegie melaporkan, sebesar 54,2% responden di jenjang pimpinan puncak, menyatakan bahwa integrasi teknologi dan AI di Perusahaan mereka itu efektif atau transformative; sementara di jenjang staf, hanya 11,2% responden yang menjawab hal yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi AI tidak dikomunikasikan dengan baik hingga ke level bawah, yang akan paling terdampak dengan kehadiran AI.

Memasuki usia 50 tahun di Indonesia, Dale Carnegie menegaskan melalui forum Take Command: Leading People Transformation in the Age of AI bahwa keberhasilan organisasi di era AI tidak ditentukan oleh kemampuan teknologi yang diadopsi, melainkan oleh bagaimana para pemimpin mengelola dan mendayagunakan proses adopsi teknologi tersebut.

Tantangan Global, Dampak Lokal

Laporan terbaru Dale Carnegie – State of Organizational Health 2025 menunjukkan bahwa percepatan adopsi teknologi dan AI belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan kepemimpinan manusia. Secara global, 42% responden yang melaporkan budaya komunikasi yang kuat atau sangat efektif, sementara 46% masih berada pada kategori developing.

Di saat yang sama, hanya 17% responden yang dinilai memiliki budaya empati yang mendalam (deeply empathetic), dan tingkat psychological safety yang memberdayakan dirasakan oleh 15% responden. Kesenjangan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan transformasi AI sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam membangun kejelasan, kepercayaan, dan keterlibatan manusia di seluruh lapisan organisasi.

President & CEO Dale Carnegie Global, Joe Hart, menegaskan bahwa di era AI, peran kepemimpinan justru menjadi semakin krusial. Di tengah percepatan teknologi, kepemimpinan dituntut untuk hadir dengan kejelasan dan ketenangan.

“AI dapat meningkatkan efisiensi, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana keputusan diambil, kepercayaan dibangun, dan organisasi bergerak maju. Ketika pemimpin mampu memimpin manusia dengan sadar, teknologi akan benar-benar memberi dampak,” ujar melalui keterangan tertulis pada hari Senin (2/1).

Di kawasan Asia Pacific, laporan Dale Carnegie mencatat paradoks yang semakin nyata. Hanya 18% responden di APAC yang melaporkan budaya komunikasi yang sangat efektif, sementara 49% responden menilai empati di tempat kerja masih berada pada tahap emerging. Selain itu, hanya 10% responden di Asia-Pasifik yang merasa benar-benar memiliki psychological safety yang memberdayakan.

Hal tersebut berdampak pada tingkat keterlibatan karyawan, hanya 20% responden di APAC yang tergolong deeply engaged dalam pekerjaannya. Temuan ini menegaskan bahwa percepatan teknologi tanpa kepemimpinan yang kuat berisiko menciptakan kelelahan organisasi, menurunnya engagement, dan berkurangnya kepercayaan dalam jangka panjang.

President Director Dale Carnegie Indonesia, Paul J. Siregar, M.Sc. C.Eng., menilai temuan Asia Pacific sangat relevan dengan kondisi organisasi di Indonesia. Pihaknya melihat bahwa adopsi teknologi dan AI di Indonesia berlangsung sangat cepat.

“Namun tantangan kepemimpinan justru muncul pada aspek komunikasi, empati, dan rasa aman psikologis di dalam tim. Temuan Dale Carnegie di Asia Pacific memperkuat keyakinan kami bahwa transformasi hanya akan berdampak ketika pemimpin mampu memimpin manusia secara sadar, konsisten, dan membumi,” jelas Paul.

Sisi Manusia dalam Transformasi AI

Menjawab tantangan tersebut, Dale Carnegie memperkenalkan kerangka Take Command sebagai panduan kepemimpinan yang relevan di era AI. Kerangka ini dibangun di atas tiga pilar utama sebagai berikut:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Sabalenka Waspadai Kejutan ...
Olahraga
Barcelona Juara Joan Gamper...

Venus Williams Dapat Wildcard Tampil di US Open 2026

59 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Venus Williams Dapat Wildca...
Olahraga
Aston Villa Perkuat Skuad, ...
Olahraga
Gol-Gol Menegangkan! Barcel...
Megapolitan
Jakarta Berawan Kamis Pagi,...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.