Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Perintahkan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS di Tengah Ancaman Militer

📅 Senin, 02 Feb 2026, 21:40 WIB | Oleh:
Iran Perintahkan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS di Tengah Ancaman Militer Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Konflik nuklir Iran dan Amerika Serikat.

TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut telah memerintahkan kelanjutan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman militer di kawasan.

Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut, mengatakan bahwa pembicaraan kemungkinan akan segera dimulai kembali, dan akan melibatkan pejabat senior dari kedua negara, tetapi, waktu dan lokasi pertemuan yang tepat belum ditentukan.

Negosiasi tersebut, tambahnya, diperkirakan akan berlangsung di tingkat Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari kantor Pezeshkian mengenai perkembangan itu.

Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, dengan armada militer Amerika dilaporkan telah menuju ke wilayah tersebut, seperti yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Trump mengkonfirmasi bahwa sebuah "armada" besar AS sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut, serta memperingatkan Iran untuk memasuki negosiasi mengenai program nuklirnya atau menghadapi potensi tindakan militer.

Dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi aktivitas diplomatik yang intens, dengan beberapa negara regional, termasuk Turki yang turun tangan untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Sementara itu, pada konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah menerima "ultimatum atau tenggat waktu apa pun" dalam negosiasi dengan AS.

Perlu dicatat, Iran dan AS terlibat dalam negosiasi nuklir tidak langsung pada Juni tahun lalu ketika Israel melancarkan serangan terhadap Iran, dan memicu konfrontasi militer selama 12 hari dan meningkatkan ketegangan secara tajam.

Setelah perang 12 hari tersebut, Iran menangguhkan pembicaraan dengan AS, dan menganggap Washington bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

26 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.