Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Batang Pastikan MPLS Siswa Baru Tanpa Perpeloncoan

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 07:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Batang Pastikan MPLS Siswa Baru Tanpa Perpeloncoan Doc: ANTARA
Ket. Para peserta didik baru sekolah dasar di Batang sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Batang, Senin (13/7/2026).

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada peserta didik baru berlangsung secara aman, nyaman, dan tanpa unsur kekerasan maupun perpeloncoan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, di Batang, Senin (13/7), mengatakan bahwa praktik perpeloncoan yang sering membebani fisik dan mental siswa sudah tidak lagi mendapat tempat di dunia pendidikan.

"Oleh karena itu, kami pastikan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru 2026/2027 berlangsung aman dan nyaman," katanya.

Ia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghilangkan budaya senioritas yang tidak relevan dalam proses adaptasi siswa baru.

"Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar MPLS benar-benar dimaknai sebagai masa perkenalan bukan ajang pembuktian kemampuan fisik. Kami sudah menekankan larangan ini akan terus dikawal," katanya.

Menurut dia, esensi MPLS adalah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, serta tata tertib yang berlaku, tanpa adanya beban tugas fisik yang memberatkan.

Pemkab, kata dia, telah mewajibkan setiap sekolah untuk merancang kegiatan yang edukatif dan ramah anak, guna memberikan kesan positif bagi siswa yang baru menjejakkan kaki di lingkungan pendidikan yang lebih tinggi.

Tak hanya fokus pada pelarangan tindak kekerasan, Dinas Pendidikan juga mendorong para guru dan kepala sekolah untuk proaktif mendata kondisi kesehatan siswa.

"Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat aktivitas ringan seperti upacara bendera atau latihan baris-berbaris pun memiliki risiko tersendiri bagi siswa dengan kondisi fisik tertentu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.