Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melung, Swiss van Java di Lereng Gunung Slamet

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 06:47 WIB | Oleh:

Di Desa Wisata Melung, pariwisata tidak diposisikan sebagai industri yang eksploitatif, melainkan sebagai alat konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat merancang konsep perjalanan yang menjadikan wisatawan bukan sekadar penonton, tetapi pelaku pengalaman desa.

Melalui program live-in, wisatawan dapat menginap di rumah warga (homestay) yang masih mempertahankan arsitektur tradisional. Pada pagi hari, mereka diajak mengikuti kegiatan jungle trekking menyusuri jalur setapak di tepi hutan.

Pemandu lokal akan memperkenalkan keanekaragaman hayati, pentingnya menjaga kawasan tangkapan air, serta berbagai tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional. Di sini, pariwisata dimaknai sebagai pariwisata kesadaran yaitu kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan hidup.

Pokdarwis setempat tidak menjual beton, melainkan oksigen, lanskap alami, dan kearifan lokal. Salah satu wujud inovasi berkelanjutan adalah keberhasilan desa mengolah limbah ternak sapi perah menjadi biogas, yang kini juga dikembangkan sebagai wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Digital Nomad

Salah satu keunikan Melung dibanding desa wisata lain di Indonesia adalah infrastruktur digitalnya. Sejak ditetapkan sebagai Desa Melek Teknologi Informasi, Melung menyediakan akses internet di ruang publik, termasuk di area wisata.

Memasuki 2026, kondisi ini melahirkan segmen pasar baru: digital nomads. Tak jarang terlihat pengunjung bekerja secara daring dari saung-saung bambu di tepi sawah, memangku laptop sambil menyeruput kopi lokal hasil kebun warga.

Melung membuktikan bahwa produktivitas tidak harus lahir dari ruang kantor yang sempit. Ia dapat tumbuh di antara gemericik irigasi, kabut tipis pagi hari, dan kicauan burung yang masih mudah dijumpai di kawasan ini.

Menikmati Mendoan

Perjalanan ke Desa Wisata Melung terasa belum lengkap tanpa menyentuh aspek kulinernya. Pengunjung dapat menikmati mendoan khas Banyumas, disajikan panas dengan sambal kecap pedas.

Namun, primadona gastronomi desa ini adalah Kopi Melung. Kopi yang tumbuh di bawah naungan pepohonan hutan memiliki profil rasa earthy dengan tingkat keasaman rendah, mencerminkan karakter tanah vulkanik Gunung Slamet yang subur.

Wisatawan juga diajak menyaksikan proses pemerahan susu sapi segar di peternakan rakyat, lalu menikmati produk olahannya langsung di lokasi, memberikan pengalaman literasi pangan yang edukatif, terutama bagi anak-anak perkotaan.

Wisata dan Kelestarian

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.