Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Melejit, Warga Mataram Terancam Tekanan Inflasi Pangan

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 22:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Cabai Melejit, Warga Mataram Terancam Tekanan Inflasi Pangan Doc: ANTARA/ Nirkomala.
Ket. Stok cabai di salah satu pedagang di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Kenaikan harga cabai mencerminkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang bersifat musiman.

Faktor cuaca ekstrem, gangguan distribusi, serta penurunan produksi di sentra pertanian kerap menjadi pemicu utama terbatasnya pasokan di pasar.

Di sisi lain, permintaan cabai relatif stabil bahkan meningkat pada periode tertentu, sehingga tekanan harga sulit dihindari. Kondisi ini menunjukkan masih rentannya rantai pasok hortikultura nasional terhadap faktor cuaca dan logistik.

Tanpa penguatan manajemen produksi, penyimpanan, dan distribusi, fluktuasi harga cabai berpotensi terus berulang dan menjadi sumber volatilitas inflasi pangan.

Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Baratmenyebutkan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram Jumat (30/1), sudah mencapai Rp70.000 per kilogram dari harga normal Rp30.000 per kilogram.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Jumat (30/1) mengatakan, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Disdag di Pasar Mandalika harga cabai rawit kini menyentuh angka Rp70.000 per kilogram.

"Dalam kondisi normal, cabai biasanya di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," katanya.

Peningkatan harga cabai tersebut terjadi secara bertahap dari hari Minggu (25/1-2026) harganya masih Rp55.000 per kilogram, kemudian mengalami kenaikan setiap hari hingga hari ini mencapai Rp70.000 per kilogram.

Dikatakan, pemicu utama lonjakan itu adalah minim-nya pasokan karena saat ini stok cabai di pasar-pasar tradisional Mataram masih bergantung sepenuhnya pada hasil tani lokal.

Pasokan cabai masih mengandalkan cabai lokal sedangkan cabai dari Pulau Jawa belum ada yang masuk ke Mataram.

"Itulah yang menyebabkan harganya merangkak naik hingga dua kali lipat dari harga normal," katanya.

Menurutnya, keterlambatan distribusi dari luar daerah membuat para pedagang kesulitan menjaga stabilitas harga di tingkat eceran.

Sementara animo konsumsi masyarakat terhadap cabai tetap tinggi, sehingga hukum pasar berlaku yakni stok terbatas permintaan tinggi, memicu kenaikan harga.

Selain cabai, lanjutnya, harga bawang merah juga mulai merangkak naik, bawang merah asal Bima kini dijual pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram dari harga Rp30.000 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...
Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...
Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.