Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Raih Status Otoritas Rujukan WHO Pertama di Negara Berkembang

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 09:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPOM Raih Status Otoritas Rujukan WHO Pertama di Negara Berkembang Doc: BPOM
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar berpidato dalam agenda rangkaian peringatan 25 tahun BPOM di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menandai 25 tahun pengabdian dengan capaian WHO Listed Authority (WLA), menjadikannya national regulatory authority (NRA) negara berkembang pertama yang masuk daftar otoritas rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (30/1), mengatakan capaian ini mengukuhkan posisi BPOM di tingkat global sehingga resmi sejajar dengan otoritas pengawas sejumlah negara maju.

"Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan NRA negara maju dan secara resmi menjadi WHO Listed Authority. BPOM menjadi NRA negara berkembang pertama di dalam WLA," katanya.

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan refleksi perjalanan panjang BPOM dalam menghadapi berbagai tantangan serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap pengawasan obat dan makanan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menandatangani nota kesepahaman tentang sinergi pengawasan obat dan makanan dengan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Jakarta, Kamis (29/1).

Kerja sama ini menjadi tindak lanjut pertemuan kedua pimpinan lembaga dan diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, serta kemandirian nasional di sektor obat-obatan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Brian Yuliarto menekankan Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi dengan sekitar 300 ribu dosen dan lebih dari 12 ribu profesor yang merupakan aset besar bagi kolaborasi nasional.

Sebagai penutup rangkaian peringatan usia perak, BPOM memberikan BPOM Award kepada para mitra dari sektor akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi para pemangku kepentingan yang selama ini berperan penting dalam mengawal amanah pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.