Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anda Kehujanan? Ikuti Saran Dokter, Langsung Mandi Air Hangat

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 19:44 WIB | Oleh:
Anda Kehujanan? Ikuti Saran Dokter, Langsung Mandi Air Hangat Doc: ANTARA /Muhammad Adimaja
Ket. Sejumlah anak bermain hujan di kawasan Jalan Balikpapan, Jakarta, Senin (4/5).

JAKARTA - Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) mengatakan dianjurkan untuk mandi air hangat setelah kehujanan.

Hal itu dilakukan untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur dan menjaga suhu tubuh tidak kedinginan.

“Langsung mandi, apalagi airnya air hangat, itu malah menyegarkan, dan juga membuang berbagai yang kotor-kotor di badan kita,” kata Anggraini dalam webinar bersama IDAI yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan jika anak-anak terlanjur kehujanan di jalan atau harus melewati banjir, bisa langsung dibersihkan atau dimandikan air hangat untuk membantu membersihkan kotoran dan lumpur.

Selain mandi setelah kehujanan di jalan, sesampainya di rumah segera mencuci tangan dan ganti baju kering seluruhnya, jika bisa langsung pakai pakaian yang hangat. Ia juga menyarankan untuk langsung mencuci baju yang kehujanan untuk menghilangkan kotoran.

Ia juga mengingatkan jika akan melewati daerah yang hujan atau banyak genangan air, pastikan memakai alas kaki yang tertutup dan berbahan karet. Bagi anak-anak dan dewasa untuk tidak lupa selalu menyediakan jas hujan, pakaian hangat dan payung selama musim hujan.

“Kita tahu kalau ada lewat di genangan air, paling baik adalah sepatu tertutup. Syukur-syukur bisa dari karet, karena itu sangat membantu, tidak ada berbagai kuman akan masuk,” katanya.

Anggraini mengatakan meskipun bermain hujan membuat anak ceria, dan juga dikatakan dapat membentuk imun, namun harus tetap waspada karena kelembaban air hujan yang tinggi hingga 90 persen.

Selain itu, perubahan suhu yang lebih rendah serta genangan air dapat menciptakan lingkungan hidup untuk mikroorganisme. Air hujan, kata Anggraini, juga terdapat berbagai zat kimia, terlebih di kota besar yang bisa mengandung karbon, asam nitrat atau asam sulfa dari polusi udara yang bisa mengganggu kesehatan.

Ia juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi atau menampung air hujan untuk minum karena kandungan kalsiumnya yang tidak baik untuk tubuh, salah satunya bisa menyebabkan gigi cepat rusak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Couch Herdman Ajak Tim Teta...

Bediding Bukan Fenomena Cuaca Ekstrem

1.5 jam yang lalu | Sujar

Daerah
Bediding Bukan Fenomena Cua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.