Gawat, 40% Organisasi Indonesia Berisiko Kehilangan Nilai akibat Utang Infrastruktur AI
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 20:48 WIB | Oleh: Haryo Brono4. Membangun keamanan sejak tahap awal
Sebanyak 84% Pacesetters global telah menerapkan enkripsi end-to-end dengan pemantauan berkelanjutan, dibandingkan 56% organisasi di Indonesia. Meski 97% organisasi di Indonesia telah menerapkan agen AI otonom, hanya 42% yang mampu mengamankannya dengan baik.
Cisco Tegaskan Peran Infrastruktur di Era AI
Seiring percepatan adopsi AI di sektor enterprise dan publik di Indonesia, Cisco Connect Indonesia menegaskan peran Cisco sebagai penyedia infrastruktur krusial di era AI.
Melalui sesi diskusi mendalam dan demo langsung, Cisco memamerkan solusi terintegrasi untuk pusat data AI-ready, lingkungan kerja masa depan, serta ketahanan digital. Cisco juga memperkenalkan berbagai platform dan solusi terbaru, termasuk Cisco Unified Edge, arsitektur AI tervalidasi, Secure AI Factory bersama NVIDIA, serta kemampuan jaringan generasi berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua solusi tersebut dirancang untuk memastikan organisasi di Indonesia siap mengimplementasikan AI, terlepas dari jalur transformasi yang mereka pilih.
Untuk diketahui Cisco AI Readiness Index 2025 merupakan studi global yang kini memasuki tahun ketiga. Studi ini melibatkan 8.000 pemimpin senior IT dan bisnis melalui survei double-blind di lebih dari 30 pasar dan 26 industri, mencakup organisasi dengan lebih dari 500 karyawan.
Laporan sebelumnya mengungkap bahwa organisasi yang tergolong AI Pacesetters memiliki peluang empat kali lebih besar untuk mencatat peningkatan kinerja finansial dan produktivitas dibandingkan organisasi lainnya. Organisasi dapat mengukur tingkat kesiapan mereka melalui Cisco AI Readiness Assessment Tool.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!