Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI AD Bangun Jembatan Modular Hubungkan Tiga Kecamatan di Aceh Utara

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNI AD Bangun Jembatan Modular Hubungkan Tiga Kecamatan di Aceh Utara Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina menyelesaikan perakitan jembatan garuda di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Selasa (27/1/2026).

ACEH UTARA – Prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina membangun jembatan modular yang menghubungkan tiga kecamatan di Aceh Utara guna mengatasi akses warga dan distribusi logistik yang terhambat pascabanjir yang melanda wilayah itu.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara, Letkol Czi Wahyu Wuhono mengatakan jembatan garuda buatan dalam negeri dipilih karena sistem bongkar pasang cepat, adaptif medan, serta efektif menggantikan akses terputus akibat bencana banjir.

"Kalau ini jembatan garuda yang akan kita pasang ini bentangannya sekitar 30 sampai dengan 32 meter," kata Letkol Wahyu kepada ANTARA saat ditemui di sela-sela pembangunan jembatan itu di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (27/1).

Di kawasan Jambo Aye, jembatan garuda dengan bentangan puluhan meter dipasang menghubungkan antarkecamatan, menjadi urat nadi mobilitas warga yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jembatan diterjang banjir. 

Letkol Wahyu mengaku secara keseluruhan pihaknya menargetkan pembangunan total 300 jembatan di Aceh, terdiri atas jembatan Bailey, Aramco, dan gantung, dengan komposisi dinamis sesuai kebutuhan lapangan serta tingkat kedaruratan wilayah terdampak.

Hingga kini, kata dia, 24 jembatan telah terpasang, termasuk di Bener Meriah dan Aceh Utara, sementara pemasangan lanjutan terus dilakukan bertahap agar konektivitas desa, kebun, dan pusat ekonomi segera pulih.

Setiap pembangunan melibatkan puluhan personel terlatih, didukung alat berat dan kerja tanpa henti, bahkan hingga malam hari, guna mengejar waktu penyelesaian lebih cepat dari standar pengerjaan normal.

Meski bersifat sementara, kata Letkol Wahyu, jembatan modular terbukti mampu bertahan lama bila dirawat, menjadi solusi efektif sembari menunggu pembangunan permanen oleh pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. 

Sementara itu, Keuchik (sebutan Kepala Desa) Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Abdul Mutaleb mengaku bersyukur adanya pembangunan jembatan modular di wilayah itu karena menghubungkan tiga kecamatan, yaitu Langkahan, Baktiya, dan Cot Girek, sekaligus memulihkan akses ekonomi warga desa itu dan sekitarnya.

Abdul menuturkan sebagian besar warga Desa Matang Serdang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit dan pertanian, sehingga terputusnya jembatan memaksa warga memutar hingga 30 kilometer untuk mengangkut hasil kebun.

Putusnya akses jembatan juga berdampak pada dunia pendidikan, karena aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 19 di daerah itu terhenti demi keselamatan siswa akibat jalur darurat belum memadai.

Selain itu, Abdul menyebutkan sebanyak 679 kepala keluarga (KK) dengan 3.750 jiwa terdampak banjir di daerah tersebut. Dari jumlah itu, 144 rumah hilang total, dan 339 rumah rusak berat.

Bahkan dia mengaku jika rumah pribadinya sendiri ikut rusak hampir 90 persen, namun tetap berupaya menguatkan warga sambil mencari dukungan agar desanya yang terpencil mendapat perhatian pemulihan apalagi menghadapi bulan suci Ramadan 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Cetar Sejarah Baru: Keiko F...
Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.