Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Samsung hingga SK Hynix Hadapi Gugatan Atas Kenaikan Harga RAM

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 18:55 WIB | Oleh:
Samsung hingga SK Hynix Hadapi Gugatan Atas Kenaikan Harga RAM Doc: ANTARA/Pexels/Sergei Starostin
Ket. Ilustrasi memori.

JAKARTA - Tiga perusahaan teknologi yaitu Samsung Electronics, Micron Technology, serta SK Hynix dikabarkan menghadapi gugatan di AS atas dugaan memanipulasi kekurangan Dynamic Random Access Memory (DRAM) global dan membuat harganya naik bahkan meroket di banyak pasar.

Laporan Gizmochina, Selasa (30/6), menunjukkan bahwa ketiga perusahaan tersebut mendapatkan gugatan di Pengadilan Federal Distrik Utara California dalam bentuk gugatan class action.

Dalam gugatan tersebut, ketiga perusahaan yang disebut bersama-sama mengendalikan hampir 95 persen pasar DRAM global sengaja membatasi produksi chip DRAM utama bahkan ketika permintaan dari industri ponsel pintar dan PC (personal computer) tengah menguat.

Para penggugat yang terdiri atas perorangan maupun usaha kecil, menamai manipulasi kelangkaan RAM tersebut sebagai "RAMpocalypse" atau kiamat RAM.

Harga DRAM global memang meroket secara drastis bahkan dalam beberapa kasus kenaikannya mencapai ratusan persen. Angka yang muncul bahkan jauh lebih tinggi daripada yang dapat dijelaskan oleh situasi pasar saat normal.

Dampak dari kekurangan memori ini juga sudah mulai berdampak pada konsumen gadget, terbaru Apple menaikkan harga gawai-gawainya mulai dari Mac, iPad, dan produk lainnya.

Langkah itu diambil Apple sebagai respons dari melonjaknya biaya memori yang terkait dengan meledaknya industri AI.

Banyak juga produsen PC maupun ponsel pintar lainnya yang melakukan penyesuaian harga bahkan menunda peluncuran produk baru.

Gugatan diajukan para penggugat sekitar tanggal 25 Juni 2026, mereka mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan tersebut melanggar undang-undang antimonopoli (khususnya Pasal 1 Undang-Undang Sherman) dengan mengalihkan kapasitas produksi ke arah memori berkinerja tinggi dan bandwidth tinggi (HBM) untuk server AI sambil menahan produksi DRAM standar.

Gugatan ini bukan pertama kalinya dihadapi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Sebelumnya mereka pernah menghadapi tuduhan serupa dan mereka berakhir membayar denda miliaran dolar pada 2000-an setelah investigasi kolusi serupa.

Baik Samsung, SK Hynix, dan Micron hingga saat ini belum memberikan tanggapan publik terperinci terhadap gugatan baru tersebut.

Di masa lalu, mereka membantah melakukan kesalahan apapun, dengan mengatakan bahwa keputusan mereka tentang produksi dan penetapan harga hanyalah reaksi terhadap kondisi pasar dan lonjakan besar permintaan AI.

Secara garis besar, situasi saat ini menunjukkan bahwa pasar memori memang masih berada di bawah tekanan berat.

Perusahaan teknologi Lenovo memperkirakan pasokan memori akan tetap ketat hingga 2027–2028 karena pusat data terus menggunakan chip, dan pabrik-pabrik baru membutuhkan waktu untuk mulai beroperasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.