Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SKK Migas Bidik Produksi Tambahan: Blok Cepu dan Sumur Rakyat Jadi Andalan

📅 Senin, 26 Jan 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
SKK Migas Bidik Produksi Tambahan: Blok Cepu dan Sumur Rakyat Jadi Andalan Doc: ANTARA-Gunawan.
Ket. Ilustrasi-Penambangan sumur tua Ledok, di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

JAKARTA – Peningkatan tambahan produksi minyak dalam negeri kembali menjadi sorotan pascaledakan jaringan pipa penyalur gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di wilayah Rokan. Insiden ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi nasional masih rentan terhadap gangguan infrastruktur.

Dengan memperkuat produksi minyak domestik, pemerintah memiliki bantalan tambahan untuk menjaga pasokan energi tetap stabil sekaligus meminimalkan dampak lanjutan terhadap industri dan ekonomi.

Langkah ini dinilai penting agar ketergantungan pada pasokan eksternal maupun infrastruktur tunggal bisa ditekan di tengah risiko gangguan yang tak terduga.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengincar tambahan produksi minyak dari Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan sumur rakyat, untuk mendongkrak produksi minyak pascaledakan jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Rokan.

“Dari GSO (Gas Shut-Off) Exxon Cepu dan sumur rakyat,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto yang dihubungi dari Jakarta, Senin (26/1).

Djoksis, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Exxon berhasil menambah produksi minyak di Blok Cepu melalui pemanfaatan sumur idle (sumur yang saat ini tidak aktif).

Adapun tambahan produksi minyak yang bisa diperoleh dari reaktivasi sumur idle tersebut sekitar 4.500 barel minyak per hari.

Lebih lanjut, untuk tambahan produksi minyak dari sumur rakyat, Djoksis masih memproyeksikan satu sumur menghasilkan sekitar satu barel minyak per hari.

Dengan demikian, dari 45 ribu sumur rakyat yang didata oleh Kementerian ESDM, Djoksis memperkirakan akan terdapat tambahan produksi minyak sekitar 45 ribu barel per hari.

“Iya (sesuai perkiraan awal),” ujar Djoksis.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Rokan, Riau, menyebabkan hilangnya produksi minyak di sumur Rokan sekitar 2 juta barel.

Meskipun kecelakaan, tutur Bahlil, tetaplah ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Bahlil akan menjatuhkan sanksi bagi pejabat di lingkungan Kementerian ESDM dan BUMN terkait.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan, untuk menutup produksi minyak yang hilang, Kementerian ESDM memiliki tugas untuk menambah produksi sekitar 5 ribu–6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.