Pembangunan Infrastruktur Desa perlu Dibarengi Penguatan Kapasitas Ekonomi
📅 Senin, 26 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Seharusnya kemampuan legislator justru memfasilitasi pemerindah daerah, dinas terkait dan desa untuk bisa gotong royong memperbesar dampak program,”tegas Hafidz.
Hal lain yang perlu perhatian untuk program fasilitas umum seperti gedung pertemuan, dan sebagainya harus dipastikan berfungsi dan bermanfaat untuk warga sekitar agar stimulan dari APBN dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Di waktu lain, Anggota DPD Pemuda Tani Indonesia, Pranasik Siahaan, menilai realisasi program pembangunan infrastruktur desa perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas ekonomi produktif masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian dan usaha berbasis lokal.
Menurutnya, pembangunan fisik akan berdampak lebih berkelanjutan apabila mampu mendorong aktivitas ekonomi rakyat secara langsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia sepakat kalau program PISEW, BSPS dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrumen penting, namun harus diarahkan untuk memperkuat rantai nilai ekonomi desa.
“Infrastruktur desa seharusnya menjadi fondasi bagi tumbuhnya usaha tani, UMKM, dan BUMDes yang benar-benar hidup,” kata Pranasik.
Pranasik menekankan bahwa desa memiliki potensi besar sebagai pusat produksi pangan dan ekonomi rakyat, tetapi sering kali belum didukung oleh sistem distribusi, akses pasar, dan pendampingan usaha yang memadai. Ia menilai momentum Hari Desa Nasional perlu dimanfaatkan untuk memastikan program pembangunan tidak berhenti pada seremonial atau pembangunan fisik semata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, keterlibatan pemuda desa, khususnya pemuda tani, menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Pemuda desa harus dilibatkan sebagai pelaku utama, bukan hanya penerima manfaat. Dengan begitu, desa tidak hanya dibangun, tetapi juga diberdayakan,” katanya.
Dia berharap k sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dapat diperkuat agar pembangunan desa benar-benar mendorong kemandirian ekonomi. “Tujuan akhirnya adalah desa yang berdaya secara ekonomi, mandiri secara pangan, dan mampu menahan laju urbanisasi,” pungkas Pranasik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!