Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hutan Cisarua Akan Dikembalikan Hijau, Erwan Tegaskan Bukan Lahan Pertanian

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 23:11 WIB | Oleh:
Hutan Cisarua Akan Dikembalikan Hijau, Erwan Tegaskan Bukan Lahan Pertanian Doc: Antara Foto
Ket. Situasi proses evakuasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1).

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan di wilayah hutan Perhutani, yang diduga kuat menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Di sela peninjauan lokasi terdampak pada Minggu, Erwan menyoroti penggunaan lahan hutan sebagai area pertanian yang tidak sesuai peruntukannya, sehingga memperlemah struktur tanah di kawasan Cisarua tersebut.

"(Karena) ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan hijau, kita kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan," ujar Erwan.

Menyikapi risiko longsor susulan, Pemprov Jabar memastikan warga terdampak tidak akan kembali ke titik semula. Erwan menjamin pemerintah segera menyiapkan skema relokasi berdasarkan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang aman, namun tetap dekat dengan lingkungan sosial warga.

"Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.

Meski fokus pada pemulihan jangka panjang, Erwan memastikan operasi pencarian korban yang masih hilang tetap menjadi prioritas utama tim gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan.

"Saat ini kami terus bekerja. Semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Insyaallah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa dilanjutkan secara maksimal," ucapnya.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang turut hadir, menekankan bahwa penanganan bencana ini harus menjadi momentum transformasi wilayah menjadi lebih tangguh.

Pratikno mendorong percepatan penyediaan hunian tetap (huntap) agar warga tidak terkatung-katung di pengungsian.

Menurutnya, stabilitas hunian sangat krusial untuk memulihkan tekanan psikologis warga.

"Bencana ini harus menjadi pelajaran. Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman," kata Pratikno.

Hingga saat ini, selain upaya evakuasi fisik, pemerintah juga telah menerjunkan tim pemulihan trauma (trauma healing) untuk mendampingi warga, terutama anak-anak yang terdampak secara psikologis akibat musibah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan hingga saat ini, akibat kejadian longsor pada Sabtu (24/1) dini hari, terdata 19 orang dinyatakan meninggal dunia, 73 jiwa masih dinyatakan hilang, 666 orang mengungsi, dan 51 unit rumah mengalami rusak berat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.