Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bau Tak Sedap di RDF Plant Rorotan Cilincing, DLH Jelaskan Penyebabnya

1 Sabtu, 24 Jan 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Bau Tak Sedap di RDF Plant Rorotan Cilincing, DLH Jelaskan Penyebabnya Bau Tak Sedap di RDF Plant Rorotan Cilincing, DLH Jelaskan Penyebabnya Doc: Antara Foto
Ket. Operator eskavator memindahkan sampah ke mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta.

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menyebutkan bau tidak sedap di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, karena tercampurnya sampah organik dengan anorganik.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edi Mulyanto meminta masyarakat untuk memilah terlebih dahulu jenis-jenis sampah rumah tangga yang akan dibuang.

"Biar tidak bau, harus di pilah. Sampah kita dari rumah tangga itu harus di pilah. Kalau sampah anorganik doang yang ke RDF saya yakin tidak akan ada bau, tapi kalau tercampur dengan organik, sehari aja pasti akan bau," ujar Edi di Jakarta, Jumat.

Edi menuturkan, komposisi sampah anorganik di wilayah Jakarta Utara lebih banyak dibandingkan dengan sampah organik.

"Dulu sebelum pandemi COVID-19, sampah organiknya lebih banyak, tetapi setelah pandemi malah kebanyakan sampah yang anorganik," kata Edy.

Menurut dia, pola konsumsi masyarakat berubah setelah pandemi COVID-19, di mana sebelumnya komposisi sampah organik 60 persen dan anorganik 40 persen.

"Sekarang apa-apa kan pesan lewat online, pakai kemasan. Paling isinya makanannya kecil. Jadi sekarang di Jakarta Utara sampah anorganiknya lebih banyak sekitar 51 persen dan organiknya 49 persen," ujar Edy.

Oleh karena itu, pihaknya memberi solusi melalui bank sampah yang ada di wilayah setempat. "Untuk residunya dari anorganik akan di dorong ke pabrik RDF yang ada di Rorotan Cilincing untuk pengganti batu bara," kata dia.

"Ternyata efektivitasnya itu cukup tinggi dan ada nilai cuan (keuntungan ekonomi) yang bisa dijadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau sudah dijual bisa kerja sama dengan pabrik semen," ucap Edi.

Adapun pabrik semen membutuhkan 8.000 ton sampah RDF dalam sehari. "Satu ton itu bisa dihargai Rp400 ribu. Mudah-mudahan masyarakat kita bisa melihat, jangan cuma demo-demo terus di RDF." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Bolivia Nyatakan Keadaan Da...
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.