Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Ini bukan sekadar persoalan teknis perbankan, tetapi menyangkut arah kebijakan dan relasi kekuasaan dalam ekonomi,” katanya.

Asesmen IMF katanya seharusnya menjadi bahan refleksi untuk memperkuat agenda pertumbuhan inklusif, bukan sekadar legitimasi atas status quo kebijakan. Iyuk menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan stabilitas dan pertumbuhan benar-benar berjalan seiring dengan pemerataan, penciptaan kerja layak, dan penguatan ekonomi rakyat, terutama di tengah tekanan global yang masih berlanjut.

Ketahanan Hadapi Guncangan

Sementara itu, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi mengatakan, hasil asesmen IMF menunjukkan Indonesia stabil secara makro tetapi stabilitas tidak otomatis mencerminkan kesehatan struktural ekonomi. Situasi ini lebih banyak merujuk kemampuan shock absorber. Ketahanan menghadapi guncangan tidak selalu mencerminkan kemampuan melakukan transformasi secara progresif keluar dari jebakan middle income trap.

“Inflasi yang terkendali patut diapresiasi, tetapi pencapaiannya tidak boleh menutup mata terhadap tekanan daya beli, khususnya bagi kelompok rentan yang tidak menikmati pertumbuhan upah dan produktivitas,” kata Badiul.

Menjaga inflasi dalam sasaran penting, tetapi menjadikannya satu-satunya indikator keberhasilan kebijakan berisiko mengabaikan persoalan distribusi dan kualitas pertumbuhan.

Resiliensi sektor keuangan nampak pada perbankan Indonesia relatif kuat dari sisi modal dan likuiditas, namun fungsi intermediasi masih belum optimal untuk mendorong sektor produktif, UMKM, dan industri bernilai tambah tinggi.

“Artinya, sektor keuangan yang stabil tidak otomatis berarti ekonomi riil bergerak. Kredit masih cenderung aman, bukan strategis,”ungkapnya.

Badiul menerangkan, narasi inklusifitas harus diwujudkan dalam riil kebijakan Komitmen terhadap pertumbuhan inklusif harus diuji pada dampaknya apakah kualitas pekerjaan membaik, ketimpangan menyempit, dan kelompok rentan benar benar terlindungi.

Selain itu, penting koreksi atas kebijakan, tanpa koreksi kebijakan struktural yang nyata, jargon inklusif dan berkelanjutan berisiko menjadi retorika teknokratik yang steril dari realitas sosial. Stabilitas makro adalah prasyarat penting, tetapi menjadikannya prestasi akhir justru berbahaya karena menunda agenda reformasi yang lebih mendasar.

“Tantangan utama Indonesia bukan lagi menjaga ekonomi tetap aman, melainkan memastikan stabilitas tersebut menjadi fondasi transformasi yang adil dan dirasakan mayoritas warga,”tandas Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.