Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau di Bangka Tengah

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 23:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau di Bangka Tengah Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda.

Koba, Babel - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan budidaya kepiting bakau melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mengatasi kelangkaan stok kepiting di alam.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Rabu, meninjau langsung sistem budidaya “Apartemen Kepiting” yang dikembangkan sebagai bagian dari riset tersebut.

Efrianda mengatakan, budidaya kepiting bakau dari hulu hingga hilir masih menjadi tantangan besar meski Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun.

"Selama 80 tahun Indonesia merdeka, budidaya kepiting bakau secara menyeluruh masih menjadi pekerjaan besar,” katanya.

Ia menjelaskan, apabila riset budidaya kepiting bakau tersebut berhasil, maka diterapkan penerapan skema 30-70, yakni 30 persen hasil budidaya dikembalikan ke habitat alami untuk pelestarian dan 70 persen dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.

Efrianda berharap Desa Guntung dapat berkembang menjadi pusat penjualan kepiting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Ini seiring dengan meningkatnya permintaan restoran makanan laut, sementara hasil tangkapan kepiting dari alam terus menurun," katanya.

Ia mencontohkan kondisi sentra kepiting di kawasan Jembatan Selindung yang saat ini mengalami penurunan hasil tangkapan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta melalui PT CP Prima, dan kalangan akademisi dari IPB, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi sektor perikanan.

Meski harga udang vaname di pasar global saat ini masih dalam kondisi menunggu kepastian, penguatan budidaya perikanan lokal dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemerintah daerah setempat juga mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam program budidaya tersebut melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar pengelolaan kepiting bakau dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Kita juga melakukan evaluasi berkala terhadap hasil riset dan implementasi budidaya kepiting bakau guna memastikan manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seimbang," tutup Efrianda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.