Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Klaim Udang RI Aman dari Radioaktif

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
KKP Klaim Udang RI Aman dari Radioaktif Doc: Antara
Ket. Udang jerbung, salah satu produk sektor kelautan dan perikanan nasional.

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan sektor hulu rantai produksi udang Indonesia aman dari cemaran radioaktif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi produk udang hasil budi daya dalam negeri.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan sektor hulu rantai produksi udang Indonesia aman dari cemaran radioaktif," kata Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (4/10).

Dia menyampaikan, hal itu diketahui berdasarkan hasil investigasi bersama dengan otoritas pengawas radioaktif Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2025 di sepanjang rantai produksi udang (tambak, hatchery maupun unit pengolahan ikan/UPI).

"Dan hasil pengujian lapangan maupun laboratorium dengan sampel udang, air dan sedimen tambak tidak menemukan trace Cesium 137 di tambak pembesaran maupun hatchery," ujar Ishartini.

Sebagai komitmen mengawal mutu dan keamanan hasil perikanan udang dan untuk membangun kesadaran publik bahwa udang berasal dari lingkungan budi daya yang bebas dari cemaran radioaktif, terutama Cesium 137, KKP menggagas kegiatan bertajuk "Makan Siang Udang dari Tambak".

Kegiatan itu turut diikuti para pejabat eselon I KKP, serta unit pelaksana teknis KKP di seluruh Indonesia, para kepala dinas terkait, Forkopimda, penyuluh perikanan, aparat berwenang/TNI/Polri serta pemangku kepentingan terkait hingga petambak udang/pelaku usaha itu sendiri.

"Makan udang nasional dari tambak ini diikuti secara serentak oleh lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia untuk kampanye dalam menepis anggapan udang kita terkontaminasi sejak dari hulu," katanya pula.

KKP berharap agar masyarakat atau perusahaan tidak perlu khawatir untuk membeli udang dari para petambak karena secara empirik telah terbukti tidak ada jejak atau trace cemaran Cesium 137 (bahan radioaktif).

"Sebagai tambahan, seluruh bagian terkait KKP saat ini bahu-membahu dan bersinergi untuk mengawal keberlangsungan industri udang nasional," kata Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan quality assurance yang diterapkan KKP sangat ketat dan konsisten untuk menjamin produk bermutu dan aman.

Dalam menghadapi isu cemaran Cesium 137, maka pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas kompeten pengawas nuklir yaitu Bapeten sebagai lembaga yang memiliki kompetensi melakukan penanganan lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.