Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satwa Bandung Zoo Ditemukan Geopix Diduga Stres, Apa Karena Konflk Pengelolaan?

📅 Senin, 19 Jan 2026, 19:59 WIB | Oleh:
Satwa Bandung Zoo Ditemukan Geopix Diduga Stres, Apa Karena Konflk Pengelolaan? Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Situasi di area kandang gajah di Kebun Binatang Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (19/1).

KOTA BANDUNG - Organisasi konservasi, Geopix, menemukan sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) diduga mengalami stres akibat pengelolaan yang dinilai belum layak.

Senior Wildlife Campaigner Geopix Annisa Rahmawati meminta kepada pengelola dan pemerintah untuk memastikan pemenuhan kesejahteraan satwa sebelum kebun binatang dibuka kembali untuk publik.

“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres pada orang utan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan, dan tidak boleh diabaikan,” kata dia dalam keterangan diterima di Bandung, Senin (19/1).

Ia menegaskan pembukaan kembali Bandung Zoo harus didahului evaluasi menyeluruh oleh pengelola dan pemerintah.

Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas, terlebih di tengah konflik internal pengelolaan kebun binatang tersebut.

“Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak,” ujarnya.

Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator Center for Orangutan Protection Indira Nurul Qomariah menyoroti kondisi salah satu gajah yang menunjukkan perilaku stereotip berupa gerakan berulang tanpa tujuan, yang merupakan indikator stres.

Perilaku tersebut, menurutnya, dapat dipicu oleh lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, seperti kurangnya interaksi sosial.

Geopix menilai pembukaan kebun binatang di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa berpotensi memperburuk kondisi satwa dan mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi eks-situ di Indonesia.

Juru Bicara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) Ully Rangkuti menegaskan bahwa sejak Agustus 2025, pengurus dan manajemen YMT di bawah pimpinan John Sumampauw tidak lagi berkegiatan secara fisik di kawasan Bandung Zoo.

Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan dan penghormatan terhadap arahan Pemerintah Kota Bandung yang meminta agar hanya pihak-pihak yang memiliki tugas langsung terhadap perawatan satwa berada di lokasi kebun binatang.

“Sejak saat itu, keberadaan personel di Bandung Zoo difokuskan pada tenaga teknis yang menangani kesejahteraan satwa, yaitu keeper dan dokter hewan,” ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Gauff Melaju Tanpa Mengeluarkan Keringat

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gauff Melaju Tanpa Mengelua...

Kabut Asap Dampak Kebakaran Belum Ganggu Bandara Singkawang

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabut Asap Dampak Kebakaran...
Nasional
Perlu Segera Menghitung Ket...

Sepanjang Juni Lalu Ekonomi Bali Tumbuh Lumayan

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sepanjang Juni Lalu Ekonomi...

Perum Bulog Singkawang Serap 7.862,97 Ton Gabah Petani

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Perum Bulog Singkawang Sera...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.