Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Belum Surut, Pemkab Serang Berlakukan Tanggap Darurat

📅 Senin, 19 Jan 2026, 11:42 WIB | Oleh:
Banjir Belum Surut, Pemkab Serang Berlakukan Tanggap Darurat Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah anak-anak bermain air banjir di Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (18/1).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang masih merendam sejumlah wilayah itu hingga Minggu malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat di Serang, Minggu, mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 2 Januari 2026 ini telah berdampak pada 72 desa di 25 kecamatan.

"Status saat ini tanggap darurat. Sebagian besar wilayah sudah kondusif, namun banjir masih menggenang di beberapa titik dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 80 Centimeter," kata Ajat.

Berdasarkan data BPBD pukul 19.15 WIB, genangan air cukup tinggi masih terpantau di Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Cakung dengan ketinggian muka air (TMA) 30-80 cm dan Desa Renged 20-60 cm. Selain itu, banjir juga masih menggenangi Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang hingga 60 cm, serta beberapa titik di Kecamatan Cikande dan Kibin.

Akibat kondisi tersebut, Ajat mencatat masih terdapat 269 kepala keluarga (KK) atau 953 jiwa yang bertahan di pengungsian.

"Titik pengungsian aktif berada di Kecamatan Padarincang sebanyak 150 KK, Kecamatan Binuang 95 KK, dan Kecamatan Carenang 5 KK," ujarnya.

Secara akumulatif, bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang ini telah berdampak pada 32.985 jiwa atau 9.786 KK. BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), perahu evakuasi, makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Serang diprediksi masih berlangsung hingga 22 Januari 2026," tutur Ajat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.