Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia Diduga Siapkan Serangan Besar, Listrik Ukraina Terancam Kolaps

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Russia Diduga Siapkan Serangan Besar, Listrik Ukraina Terancam Kolaps Doc: Euro News
Ket. Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Kremlin tengah menyiapkan serangan besar yang secara khusus menargetkan sistem tenaga nuklir Ukraina.

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Kremlin tengah menyiapkan serangan besar yang secara khusus menargetkan sistem tenaga nuklir Ukraina. Langkah ini dinilai berpotensi memberikan pukulan telak bagi jaringan listrik nasional dan memperburuk krisis kemanusiaan di tengah musim dingin.

Zelenskyy menyampaikan bahwa intensitas serangan Russia dalam beberapa pekan terakhir meningkat signifikan dan semakin fokus pada infrastruktur energi strategis. Menurutnya, pola ini menunjukkan upaya sistematis untuk menekan Kyiv dengan cara meningkatkan penderitaan warga sipil.

Serangan berulang terhadap fasilitas energi menyebabkan pemadaman listrik di banyak wilayah Ukraina. Ribuan rumah dilaporkan kehilangan akses gas dan listrik akibat gempuran harian yang terus terjadi tanpa jeda.

"Situasi di sistem energi masih sulit, tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk memulihkan semua layanan secepat mungkin," tulis Zelenskyy dalam unggahannya di platform X.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja siang dan malam agar layanan dasar tetap berjalan meski tekanan militer meningkat.

Zelenskyy juga menuding Moskow tidak menunjukkan niat nyata untuk mengakhiri perang meskipun proses diplomatik masih berlangsung. Ia menilai strategi serangan terhadap infrastruktur sipil justru memperlihatkan eskalasi agresi menjelang konflik yang hampir memasuki tahun kelima.

"Semalam, lebih dari 200 drone serang diluncurkan ke arah kami. Wilayah Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhzhia, Khmelnytskyi, dan Odesa diserang," ujar Zelenskyy dalam pernyataan terbarunya.

Ia menambahkan bahwa puluhan warga terluka termasuk seorang anak dan dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Serangan udara Russia pada malam hari kini semakin masif baik dari sisi jumlah maupun jenis persenjataan. Kyiv menilai sebagian besar target yang terdampak merupakan area sipil, sehingga tingkat kerusakan infrastruktur dan korban non-militer terus meningkat.

Zelenskyy menyebut dalam satu pekan terakhir saja Ukraina menghadapi lebih dari 1.300 serangan drone, lebih dari 1.000 bom udara berpemandu, serta lebih dari dua lusin rudal berbagai tipe termasuk proyektil balistik. Lonjakan ini dinilai sebagai salah satu fase paling intens sejak perang dimulai.

Menghadapi situasi tersebut, Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu untuk memperkuat dukungan pertahanan bagi Ukraina. Ia menekankan bahwa perlindungan udara menjadi kebutuhan paling mendesak untuk menjaga keselamatan warga sipil.

"Itulah mengapa Ukraina masih membutuhkan lebih banyak perlindungan, terutama lebih banyak rudal untuk sistem pertahanan udara," kata Zelenskyy. Ia menyebut tambahan sistem pertahanan akan membantu menekan dampak serangan massal Russia.

Zelenskyy juga meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Moskow. Ia menilai respons global harus lebih tegas jika Russia terus mengulur proses diplomatik.

"Jika Russia sengaja mengulur-ulur proses diplomatik, respons dunia harus tegas: lebih banyak bantuan untuk Ukraina dan lebih banyak tekanan pada agresor," tegasnya. Pernyataan ini disampaikan saat intensitas perang kembali meningkat tajam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

26 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.