Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Razia Terbaru di Phnom Penh, Kamboja Amankan 75 Terduga Pelaku Penipuan Daring

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Razia Terbaru di Phnom Penh, Kamboja Amankan 75 Terduga Pelaku Penipuan Daring Doc: BBC

JAKARTA - Otoritas Kamboja kembali menggelar razia terhadap praktik penipuan daring dan menangkap 75 orang tersangka dalam operasi terbaru di ibu kota Phnom Penh. Penangkapan dilakukan pada Jumat (16/1) di sebuah hotel dan guesthouse yang diduga menjadi lokasi aktivitas penipuan siber.

Dalam keterangan resmi, para tersangka disebut terlibat dalam praktik penipuan daring sekaligus melanggar aturan keimigrasian karena tinggal secara ilegal di Kamboja. Aparat keamanan langsung mengamankan mereka untuk proses hukum lebih lanjut.

Pemerintah Kamboja menegaskan akan mengambil tindakan hukum paling tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk para dalang utama di balik kejahatan siber tersebut. Otoritas menekankan bahwa tidak akan ada pengecualian dalam penegakan hukum terhadap pelaku penipuan daring.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet sebelumnya menegaskan bahwa pemberantasan penipuan siber menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini. Dalam pesan khusus yang disampaikan pada Selasa (13/1), Hun Manet menyebut kejahatan siber sebagai ancaman serius bagi keamanan dan ketenangan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menerapkan berbagai langkah untuk menekan praktik penipuan daring, mulai dari penegakan hukum hingga peningkatan koordinasi antarinstansi. Upaya tersebut, menurutnya, telah menunjukkan sejumlah hasil positif dalam beberapa waktu terakhir.

Hun Manet juga menyerukan kepada seluruh aparat pemerintah di berbagai tingkatan serta masyarakat luas untuk bersatu memerangi penipuan daring. Langkah kolektif ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi warga, tetapi juga untuk memulihkan citra Kamboja di mata internasional.

Razia terbaru ini menjadi bagian dari rangkaian operasi berkelanjutan yang dilakukan Kamboja dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya sorotan global terhadap praktik penipuan daring lintas negara yang berbasis di kawasan Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.