Pergelaran Wanda Sunda Dinilai sebagai Ruang Kolaborasi Seni dan Pelestarian Kebudayaan Sunda
📅 Minggu, 18 Jan 2026, 16:45 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi pergelaran bertajuk Wanda Sunda yang digelar Imah Seni Parahyangan karena dinilai menjadi ruang kolaborasi seni sekaligus upaya pelestarian kebudayaan Sunda.
Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan dalam keterangannya di Bandung, Minggu (18/1), menyampaikan bahwa pergelaran tersebut menunjukkan peran penting kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni budaya daerah.
“Saya menyaksikan langsung pertunjukan yang sangat menarik dan sarat nilai pelestarian budaya Sunda. Ini merupakan upaya kolaborasi yang positif, dan kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan yang juga melibatkan Alumni SMAN 1 hingga 6 di Kota Bandung tersebut tidak hanya menghadirkan karya seni tradisi, tetapi juga mempertemukan pelaku seni lintas generasi dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Dirinya menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan karya seni tradisi, tetapi juga mempertemukan pelaku seni lintas generasi dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui pergelaran Wanda Sunda, ia percaya bahwa kolaborasi antara komunitas seni, alumni, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pergelaran Seni Wanda Sunda, Rita Ratna Sumirat, mengatakan pergelaran tersebut menjadi perjalanan budaya yang mengajak penonton menyusuri kekayaan seni dan nilai-nilai luhur Tatar Parahyangan.
“Pergelaran ini kami rancang sebagai ruang ekspresi dan refleksi budaya Sunda yang tumbuh di masyarakat Parahyangan,” katanya.
Ia menjelaskan Wanda Sunda merupakan persembahan seni tradisi yang menghadirkan ragam ekspresi budaya Sunda melalui pertunjukan tari, musik, dan unsur seni tradisional lainnya yang merepresentasikan karakter, filosofi, serta kearifan lokal masyarakat.
Menurut dia, Imah Seni Parahyangan menjadi ruang berkumpul para pegiat seni, seniman, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap seni, sekaligus menjadi wadah kolaborasi, apresiasi, dan dialog budaya lintas generasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!