Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cianjur Sekuat Tenaga Cegah Kejadian Luar Biasa Keracunan MBG, Beri Persyaratan Ketat

📅 Senin, 29 Sep 2025, 02:35 WIB | Oleh:
Cianjur Sekuat Tenaga Cegah Kejadian Luar Biasa Keracunan MBG, Beri Persyaratan Ketat Doc: ist
Ket. terkapar keracunan mbg

CIANJUR – Kejadian luar biasa di Bandung Barat karena keracunan makan bergizi gratis (MBG) sangat menjadi konsen Pemkab Cianjur. Pemkab tak mau KLB serupa terjadi di Cianjur. Untuk itu,  Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menekankan sejumlah persyaratan penting untuk memperkuat program MBG di Cianjur. Salah satunya percepatan pemenuhan sertifikasi bagi setiap dapur guna mencegah keracunan yang menimpa siswa.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, di Cianjur Minggu, mengatakan kesepakatan bersama didapat setelah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi MBG bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur dan sejumlah pihak terkait, sehingga diberikan beberapa penekanan.

"Hasil rakor dan evaluasi ditekankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, mitra dapur, yayasan, dan pemilik dapur MBG untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi, baik di internal maupun eksternal, termasuk dengan para mitra penyelenggara," katanya.

Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai pendamping diberi kewenangan memastikan seluruh proses sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mempercepat pemenuhan sertifikasi sebelum batas waktu Oktober 2025, sekaligus menegakkan akuntabilitas penyelenggaraan MBG.

Kemudian memperketat pelaksanaan SOP dan pengawasan, di mana SOP dibuat bukan untuk menyulitkan namun untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan termasuk terjadinya keracunan massal yang menimpa siswa sebagai penerima manfaat.

"Pemkab Cianjur bersama Forkopimda dan elemen masyarakat akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG, di mana satgas berfungsi mengawasi dan mengendalikan jalannya program agar dapat berjalan sesuai tujuan dan harapan bersama," katanya.

Ketika sesuai dengan SOP, kata dia, berbagai hal yang tidak diinginkan dapat dicegah seperti ada bahan yang tidak segar harus ditolak dan ketika ada proses yang tidak sesuai harus segera diperbaiki, sehingga akuntabilitas harus benar-benar dijaga agar masyarakat percaya.

Program MBG, ujar dia, menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga perlu penguatan koordinasi, akuntabilitas, dan pengawasan, dengan harapan program tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Program yang digagas pemerintah pusat ini dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Cianjur, jangan sampai kurangnya pengawasan membuat pelaksana di lapangan mengabaikan aturan atau SOP yang sudah dibuat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.