Sejarah Tak Boleh Kusam, Museum Pasir Angin Siap Direvitalisasi
📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis“Wilayah ini merupakan bukit tertinggi yang bisa memantau seluruh area. Pada masa itu tentu belum banyak pohon seperti sekarang, sehingga dari sini bisa melihat langsung alur pergerakan tentara dan dinamika pertempuran,” tambahnya.
Museum Situs Pasir Angin merupakan kawasan bersejarah yang menyimpan berbagai lapisan kebudayaan, mulai dari era prasejarah hingga masa sejarah.
Situs ini telah diteliti secara intensif sejak tahun 1970, 1971, 1972, 1973, hingga 1975 oleh tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (kini Puslit Arkenas) di bawah pimpinan arkeolog R.P. Soejono. Dari hasil ekskavasi tersebut ditemukan beragam artefak yang terbuat dari batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, hingga gerabah.
Setahun setelah rangkaian penelitian tersebut, pada 1976 didirikan sebuah bangunan di sekitar area penggalian yang awalnya difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda temuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seiring waktu, bangunan tersebut kemudian dikembangkan menjadi Museum Situs Pasir Angin yang dapat dikunjungi oleh masyarakat luas sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!