Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Oversupply Global Bikin Harga Minyak Mentah RI Melemah

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Oversupply Global Bikin Harga Minyak Mentah RI Melemah Doc: ANTARA/ HO-Pertamina
Ket. Ilustrasi - Kilang migas lepas pantai Pertamina Hulu Mahakam di perairan Kalimantan Timur.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, melimpahnya pasokan minyak dunia ikut menekan harga minyak di akhir 2025. Kondisi oversupply ini membuat harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Desember 2025 turun hingga menyentuh level 61,1 dolar AS per barel.

Turunnya harga ini tak lepas dari produksi global yang masih tinggi, sementara permintaan belum sepenuhnya pulih. Alhasil, pasar minyak bergerak lebih hati-hati, dan harga pun ikut melandai. Dampaknya terasa hingga ke ICP yang menjadi acuan penting bagi penerimaan sektor energi nasional.

ESDM menilai, situasi tersebut mencerminkan dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian. Meski harga melemah, pemerintah tetap memantau pergerakan pasar agar kebijakan energi dalam negeri tetap seimbang—antara menjaga stabilitas fiskal dan memastikan pasokan energi tetap aman.

Singkatnya, saat minyak dunia kebanjiran pasokan, harga pun memilih turun. ICP ikut menyesuaikan, menutup tahun 2025 dengan level yang lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi super glut atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangan resminya yang dikutip dari Jakarta, Jumat (16/1).

Selain itu, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh peningkatan produksi OPEC+.

Laode menyampaikan terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,1 juta barel per hari (bph).

Adapun OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ tahun 2025 apabila dibandingkan dengan tahun 2024 pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph dibandingkan November 2025 menjadi 0,95 juta bph.

Sementara S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025, yaitu turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan akan terjadi surplus minyak pada 2026 sebesar 3,7-4 juta barel per hari (bph), melebihi stok pada saat pandemi.

Lebih lanjut, Laode menyatakan faktor lainnya yang menyebabkan penurunan ICP adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pasca penawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina.

Tak hanya itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi kenaikan produksi minyak tahun 2025 naik menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.

"Penurunan ICP bulan Desember disebabkan peningkatan suplai minyak dunia," kata Laode.

Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput China yang turun sebesar 0,9 persen mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.