Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagini Kata Pengamat agar Ekonomi RI Tidak Jatuh Seperti Iran?

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bagini Kata Pengamat agar Ekonomi RI Tidak Jatuh Seperti Iran? Doc: Antara
Ket. Tekanan ekonomi di Iran memicu gelombang demonstrasi besar besaran sejak 28 Desember 2025 yang menewaskan lebih dari 2.400 orang

JAKARTA-Tekanan ekonomi membuat nilai mata uang Iran, Rial semakin jatuh, bahkan terendah dalam sejarah. 

 Per Kamis (15/1), kurs rial mencapai sekitar 1.065.000 per dollar AS di pasar terbuka, melemah 2.437 persen dibanding posisi awal 2025 yang masih sekitar 42.000 rial per dollar AS.

Tak hanya terhadap dolar, Kurs rial terhadap rupiah juga melemah signifikan. Saat ini, 1 rupiah setara dengan 63,06 rial Iran, sehingga 20.000 rupiah setara dengan lebih dari 1,26 juta rial di Iran.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, mengatakan merosotnya nilai mata uang Iran tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang berkepanjangan terhadap negara tersebut. Sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat ekonomi Iran terus terpuruk yang membuat terrjadinya gejolak sosial di dalam negeri.

Makanya menurut Esther, kita perlu belajar dari Iran agar ekonomi RI tidak terpuruk. Indonesia harus berhati-hati. Seperti yang terjadi sekarang, dimana ada fenomena IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menguat karena investor asing borong saham blue chip tetapi di sisi lain nilai tukar terhadap dolar AS mengalami depresiasi.

"Maka yang harus dilakukan oleh policy makers harus tetap mendorong investasi riil bukan hanya investasi dengan beli saham hal ini rentan capital outflow jika terjadi sesuatu misalnya digoyang isu instabilitas politik,"ulas Esther pada Koran Jakarta, Kamis (15/1).

Strateginya jelas Esther dengan mendorong investor asing agar mau investasi riil seperti bangun pabrik, turut serta dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah dan lain sebagainya. Strategi kedua dengan mendorong peningkatan devisa negara melalui peningkatan ekspor barang maupun jasa.

Pengembangan sektor pariwisata sehingga turis asing banyak masuk dan seterusnya. "Dengan demikian stabilitas nilai tukar terjaga karena supply mata uang asing banyak di Indonesia. Utang luar negeri dan impor ditekan,"tandas dia

Sebagai gambaran penurunan nilai rial berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga Iran. Fenomena ini membuat harga barang impor, makanan, dan kebutuhan pokok semakin mahal.

Inflasi pangan melonjak hingga 70 persen secara tahunan menurut perkiraan Gavekal Research. Gejolak ekonomi ini membuat Iran diguncang demonstrasi besar besaran sejak 28 Desember 2025 dan menewaskan lebih dari 2.400 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bahrain Protes Hantaman Drone Iran

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Bahrain Protes Hantaman Dro...

Menteri ESDM Ajak Kampus Dukung Ketahanan Nasional

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri ESDM Ajak Kampus Du...

BRIN: Bioetanol Aren Lebih Irit

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BRIN: Bioetanol Aren Lebih ...
Luar Negeri
Burkina Faso Putus Hubungan...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.