BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Masyarakat di Wilayah Pesisir
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 14:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: pexels.com/Satria Bagaskara
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem tidak hanya melanda Jabodetabek, tetapi juga mengancam wilayah lain. Hujan lebat disertai angin kencang serta gelombang tinggi turut berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
“Cuaca ekstrem berdampak pada kelaikan laut kapal, terutama kapal penumpang dan kapal barang, yang sudah mulai terasa sejak 17 Januari lalu. Perubahan kecepatan angin dapat membuat kapal larat,” ucap Penilik Kelaiklautan Kapal Perwira Dinas Jaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Dwi Sugiarto, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan bahwa BMKG telah menetapkan aturan batas tinggi gelombang yang tidak boleh dilayari. Aturan gelombang tinggi berlaku untuk perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal besar, mulai 1,25–4 meter.
Untuk mengantisipasi risiko, pemantauan seluruh kapal yang ada di Indonesia dilakukan secara real-time menggunakan GPS melalui aplikasi ‘Motion’. Jika terjadi kendala atau situasi darurat, armada pendukung dan kapal patroli segera dikerahkan untuk tindakan preventif.
Sementara itu, PLT Kepala Cabang Pelni Merauke, Sandi, menyampaikan cuaca ekstrem di Merauke terasa sejak 6 Januari. Kapal-kapal perintis mengalami keterlambatan, namun kapal putih seperti Loser, Tetamelaus, dan Sirimau tetap beroperasi sesuai jadwal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam koordinasi operasional, Pelni Merauke memprioritaskan alat keselamatan sekaligus memastikan makanan dan obat-obatan penumpang terpenuhi sebelum berlayar.
“Kita harus mensuplai kebutuhan-kebutuhan sebelum melakukan pelayaran,” kata Sandi.
Jika terjadi keterlambatan, untuk mengantisipasi kepadatan, ruang tunggu diperluas yang dapat mengakomodasi sekitar 600–700 penumpang. Penumpang akan diinformasikan melalui WhatsApp dan SMS, serta diberi kompensasi berupa makanan di terminal. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!