Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Terus Berulang, Gubernur NTB Soroti Bukit Gundul sebagai Biang Kerok

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Banjir Terus Berulang, Gubernur NTB Soroti Bukit Gundul sebagai Biang Kerok Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik NTB
Ket. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kedua kiri) bersama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (kiri) meninjau pemukiman terdampak bencana banjir di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/1).

LOMBOK BARAT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah mitigasi bencana jangka panjang dengan membenahi kawasan hulu sungai menyusul meningkatnya bencana banjir akibat cuaca ekstrem.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penanganan banjir tidak hanya mengandalkan solusi jangka pendek melalui peninggian tanggul tanpa pembenahan kawasan hulu sungai.

"Untuk jangka menengah dan panjang, kondisi bukit-bukit yang sudah gundul harus diperbaiki," ujarnya saat meninjau pemukiman terdampak banjir di Lombok Barat, Rabu.

Iqbal mengungkapkan bahwa sedimentasi yang hanyut terbawa arus banjir terjadi akibat kerusakan lingkungan dan berkurangnya daerah resapan air di kawasan perbukitan.

Ia meminta pemerintah desa untuk lebih selektif dalam mengeluarkan rekomendasi pemanfaatan lahan yang berpotensi merusak lingkungan dan memperparah risiko bencana hidrometeorologi.

"Jika hulu tidak dibenahi, banjir terus berulang," kata Iqbal.

Saat ini Pemerintah NTB bersama pemerintah kabupaten melakukan upaya penanganan banjir secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti selimut, sembako, dan berbagai perlengkapan pribadi lainnya.

Gubernur Iqbal menginstruksikan agar penanganan darurat berfokus terhadap pembersihan saluran air dan sungai yang mengalami sedimentasi.

"Kami sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu, karena curah hujan masih tinggi," ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya tercatat ada 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa yang terdampak bencana banjir di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Bencana banjir juga melanda Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah korban terdampak sebanyak 50 kepala keluarga di Desa Montong Ajang dan 250 kepala keluarga di Desa Selong Belanak.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir terjadi selama beberapa hari ke depan di Nusa Tenggara Barat.

Fenomena cuaca buruk tersebut terjadi akibat dinamika atmosfer, di antaranya kemunculan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian selatan NTB, Monsun Asia yang menguat, dan pembentukan zona konvergensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.