Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OutSystems Ungkap Ancaman Shadow AI dan Nasib Developer yang Ikut Berubah

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 19:20 WIB | Oleh:
OutSystems Ungkap Ancaman Shadow AI dan Nasib Developer yang Ikut Berubah Doc: Istimewa
Ket. CEO OutSystems Woodson Martin menilai ancaman shadow AI sebagai persoalan besar yang berpotensi melampaui risiko shadow IT di masa lalu.

JAKARTA - OutSystems membeberkan proyeksi tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang diperkirakan bakal mengubah total cara bisnis membangun dan mengelola perangkat lunak sepanjang 2026. Perubahan ini mencakup meningkatnya risiko shadow AI, pergeseran menuju sistem AI agentik khusus industri, serta evolusi platform low-code berbasis AI di lingkungan perusahaan.

AI kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat bantu teknis, melainkan mulai bertindak sebagai aktor utama dalam proses bisnis. Kondisi tersebut membuat perusahaan dituntut lebih serius dalam menerapkan tata kelola AI agar inovasi tidak berujung pada risiko keamanan dan operasional.

CEO OutSystems Woodson Martin menilai ancaman shadow AI sebagai persoalan besar yang berpotensi melampaui risiko shadow IT di masa lalu. Menurutnya, kemudahan akses teknologi AI justru menciptakan celah baru yang sulit dikontrol jika tidak diawasi secara sistematis.

"Shadow AI berpotensi menjadi masalah yang jauh lebih serius dibandingkan shadow IT di era sebelumnya," ujar Woodson Martin. "Pengguna non-teknis kini bisa menghasilkan kode produksi dan alur kerja langsung dari LLM tanpa pengamanan yang memadai."

Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI tanpa izin dan pengujian yang layak berisiko memicu kebocoran data sensitif hingga merusak reputasi perusahaan. Berbeda dengan aplikasi SaaS ilegal yang dulu hanya jadi gangguan teknis, shadow AI dinilai menyimpan ancaman laten yang bisa menyebar cepat dan sulit dilacak.

Sementara itu, Chief Product and Technology Officer OutSystems Luis Blando memprediksi bahwa pendekatan AI serba guna akan mulai ditinggalkan pada 2026. Industri disebut akan beralih ke sistem AI yang lebih terspesialisasi sesuai kebutuhan bisnis dan karakter sektor tertentu.

"Pengembangan AI akan memprioritaskan spesialisasi dibandingkan penggunaan umum," kata Luis Blando. "Pendekatan ini memungkinkan hasil yang lebih cepat dan akurat untuk beban kerja bisnis yang spesifik."

Ia menambahkan bahwa diskusi seputar AI juga akan semakin dewasa dan tidak lagi terpaku pada satu model unggulan. Perusahaan akan lebih selektif dalam memilih teknologi AI yang benar-benar relevan dengan kebutuhan operasional mereka.

Dalam tren ini, AI vertikal atau AI berbasis industri diperkirakan akan semakin dominan. Model AI yang dilatih dengan data, bahasa, dan alur kerja khusus industri diyakini mampu menangani tantangan kompleks yang sulit dipecahkan AI generik.

Chief Information Officer OutSystems Tiago Azevedo menyoroti peran AI agentik yang dinilai bakal mengubah pola kerja manusia di perusahaan. Menurutnya, AI agentik akan mengambil alih tugas rutin sehingga manusia bisa fokus pada peran yang lebih strategis.

"AI agentik akan membantu memanusiakan kembali perusahaan," ujar Tiago Azevedo. "Teknologi ini membuka ruang bagi manusia untuk fokus pada kreativitas, strategi, dan interaksi yang autentik."

Ia memproyeksikan otomatisasi berbasis AI mampu meningkatkan produktivitas karyawan hingga 30 persen, terutama di fungsi administratif seperti onboarding dan pengelolaan talenta. Sekitar 23 persen tenaga kerja juga diperkirakan akan beralih ke peran baru yang lebih menonjolkan keunggulan manusia.

Di sisi lain, VP of Developer Relations OutSystems Miguel Baltazar menilai 2026 bisa menjadi titik kritis bagi isu kelelahan kerja di kalangan pengembang. Survei terhadap lebih dari 600 engineer menunjukkan hampir 65 persen developer masih mengalami burnout meski telah menggunakan AI.

"Tantangan terbesar saat ini adalah kualitas output alat AI generatif yang belum konsisten," ujar Miguel Baltazar. "Developer masih menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki dan mengintegrasikan hasil AI ke sistem yang sudah ada."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.