Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mata Uang Iran Ambruk Paling Parah Sepanjang Sejarah, Krisis Ekonomi Meledak

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Mata Uang Iran Ambruk Paling Parah Sepanjang Sejarah, Krisis Ekonomi Meledak Doc: Pexels
Ket. Nilai mata uang Iran, Rial, mengalami kejatuhan terdalam sepanjang sejarah dan menjadi cermin krisis ekonomi akut yang sedang melanda negara tersebut.

JAKARTA — Nilai mata uang Iran, Rial, mengalami kejatuhan terdalam sepanjang sejarah dan menjadi cermin krisis ekonomi akut yang sedang melanda negara tersebut. Pelemahan ekstrem ini dipicu kombinasi sanksi internasional, inflasi tinggi, pembatasan ekspor minyak, serta ketidakpastian politik yang terus memburuk.

Tekanan terbesar datang dari sanksi Amerika Serikat dan komunitas internasional yang membatasi akses Iran ke sistem keuangan global. Kondisi tersebut membuat Rial kehilangan kepercayaan, bahkan dilaporkan sudah tidak lagi diterima atau dapat ditukar di sejumlah negara Eropa.

Nilai tukar Rial terhadap mata uang utama dunia anjlok drastis dalam waktu singkat. Saat ini, satu dolar AS setara dengan sekitar 1.137.500 Rial, sementara satu euro mencapai lebih dari 1.327.000 Rial, menjadikannya level terendah sepanjang sejarah mata uang Iran.

Pelemahan ini menandai kejatuhan tajam dibandingkan awal 2025 ketika nilai tukar masih berada di kisaran 700 ribu Rial per dolar AS. Pada pertengahan 2025, angka tersebut sudah menembus 900 ribu sebelum akhirnya melonjak liar hingga di atas 1,4 juta Rial per dolar pada akhir Desember 2025.

Kondisi ekonomi domestik yang kian memburuk memicu gelombang protes nasional sejak 28 Desember 2025. Aksi massa awalnya dipicu lonjakan harga pangan dan anjloknya nilai mata uang, lalu berkembang menjadi tuntutan perubahan pemerintahan.

Protes bermula dari pedagang di Grand Bazaar Tehran dan kalangan mahasiswa, sebelum meluas ke seluruh 31 provinsi Iran. Kota-kota kecil yang sebelumnya relatif tenang ikut menjadi pusat demonstrasi, menunjukkan meluasnya kemarahan publik.

Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan tak terhindarkan dan menyebabkan ratusan orang tewas serta ribuan lainnya ditangkap. Situasi ini memperparah ketegangan sosial dan semakin menekan stabilitas politik nasional.

Ketidakpastian politik yang berlarut-larut membuat investor dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap Rial. Banyak warga beralih menyimpan kekayaan dalam bentuk dolar AS, emas, hingga aset kripto, yang justru semakin mempercepat kejatuhan mata uang nasional.

Krisis nilai tukar ini berdampak langsung pada inflasi yang melesat tajam. Harga bahan pangan rata-rata melonjak hingga 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara inflasi tahunan Iran kini berada di kisaran 40 persen.

Daya beli masyarakat jatuh drastis dan kehidupan sehari-hari menjadi semakin berat. Produk susu dilaporkan naik hingga enam kali lipat dalam setahun, sementara sejumlah kebutuhan pokok lain mengalami kenaikan harga lebih dari sepuluh kali lipat.

Tekanan ekonomi diperparah oleh konflik geopolitik yang melibatkan Iran sepanjang 2025. Perang selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menambah beban anggaran negara.

Pada September 2025, Dewan Keamanan PBB kembali memberlakukan sanksi ekonomi terkait program nuklir Iran. Keputusan ini semakin membatasi perdagangan internasional dan akses Iran terhadap devisa asing.

Di dalam negeri, kebijakan pemerintah turut memperparah situasi. Pada Desember 2025, Iran menerapkan sistem subsidi bahan bakar baru yang secara efektif menaikkan harga bensin.

Pemerintah juga berencana meninjau harga bahan bakar setiap tiga bulan, membuka peluang kenaikan lanjutan. Pada saat yang sama, bank sentral menghapus nilai tukar khusus bersubsidi untuk impor pangan, kecuali obat-obatan dan gandum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.