Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Robot Mikro Mengantar Obat ke Sumber Penyakit

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 06:18 WIB | Oleh:
Robot Mikro Mengantar Obat ke Sumber Penyakit Doc: Kyle Skelil, Universitas Pennsylvania
Ket. Robot lengkap diletakkan di samping tahun yang tertera pada koin satu sen sebagai skala perbandingan.

ADEGAN dalam film klasik Fantastic Voyage (1966) tentang kapal selam mini yang menyusuri tubuh manusia lama dianggap sekadar fiksi ilmiah. Namun hampir enam dekade kemudian, imajinasi itu mulai menjelma nyata di laboratorium.

Para insinyur dari University of Colorado Boulder merancang robot mikroskopis yang ukurannya jauh lebih kecil dari diameter rambut manusia, tetapi cukup cerdas dan gesit untuk bergerak sendiri di dalam cairan tubuh. Tujuan besarnya ambisius: mengantarkan obat langsung ke titik sumber penyakit, tanpa operasi dan tanpa prosedur invasif.

Robot-robot mikro ini digadang-gadang sebagai terobosan baru dalam dunia pengobatan presisi, khususnya untuk penyakit yang sulit ditangani dengan metode konvensional, seperti sistitis interstisial penyakit kandung kemih kronis yang menyakitkan dan menyerang jutaan orang di Amerika Serikat.

“Bayangkan jika robot mikro bisa melakukan tugas medis langsung di dalam tubuh,” ujar Jin Lee, penulis utama studi dan peneliti pascadoktoral di Departemen Teknik Kimia dan Biologi University of Colorado Boulder, dikutip dari Science Daily.

“Alih-alih membedah pasien, kita cukup memasukkan robot melalui pil atau suntikan, lalu membiarkan mereka bekerja sendiri,” katanya.

Setiap robot mikro hanya berukuran sekitar 20 mikrometer—beberapa kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Meski mungil, kecepatannya mencengangkan. Robot ini mampu melaju hingga 3 milimeter per detik, setara dengan 9.000 kali panjang tubuhnya setiap menit.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Small, tim peneliti mengerahkan ribuan robot ini untuk membawa deksametason, obat steroid yang umum digunakan, ke kandung kemih tikus laboratorium. Hasilnya menjanjikan: robot mikro mampu menembus cairan, menyebar di dalam organ, lalu menempel di dinding kandung kemih. Di sana, mereka perlahan melepaskan obat selama sekitar dua hari, menciptakan aliran terapi yang stabil dan berkelanjutan.

“Robot skala mikro memang telah lama menarik perhatian ilmuwan,” kata C. Wyatt Shields, asisten profesor teknik kimia dan biologi CU Boulder. “Namun yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya untuk dirancang melakukan tugas nyata dan berguna di dalam tubuh.”

Roket Mini yang Bergerak dengan Suara

Robot-robot ini dicetak dari polimer biokompatibel menggunakan teknologi mirip pencetakan 3D. Bentuknya menyerupai roket mini dengan tiga sirip kecil. Di dalamnya, para peneliti menambahkan fitur unik: gelembung udara mikroskopis.

Ketika robot terpapar medan akustik mirip gelombang ultrasound gelembung itu bergetar hebat. Getaran ini mendorong air di sekitarnya dan melontarkan robot ke depan, membuatnya “berenang” tanpa baling-baling atau motor. Teknologi ini memungkinkan robot bergerak presisi di lingkungan cair yang kompleks, seperti jaringan dan organ tubuh. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.