Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Robot Permukaan Tanpa Awak Dikembangkan PPNS Bantu Petambak Udang Jember

24 Rabu, 18 Feb 2026, 20:37 WIB | Oleh:
Robot Permukaan Tanpa Awak Dikembangkan PPNS Bantu Petambak Udang Jember Robot Permukaan Tanpa Awak Dikembangkan PPNS Bantu Petambak Udang Jember Doc: ANTARA/HO-PPNS
Ket. Robot permukaan tanpa awak yang diciptakan peneliti PPNS untuk membantu petambak udang vaname di Kabupaten Jember.

SURABAYA - Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengembangkan robot permukaan tanpa awak untuk membantu petambak udang vaname di Kabupaten Jember dalam memantau kualitas air secara real time guna meningkatkan stabilitas tambak dan produktivitas budi daya berkelanjutan.

Ketua tim peneliti, Dr Eng Imam Sutrisno dari PPNS, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap perubahan kualitas air yang berpotensi membahayakan udang.
“Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap perubahan kualitas air yang berpotensi membahayakan udang. Dengan data real time, petambak dapat segera melakukan intervensi, seperti menambah aerasi, mengganti air secara parsial atau menyesuaikan pemberian pakan," katanya dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu (18/2).

Teknologi bernama Remotely Surface Vehicle for Water Monitoring Automation System (RSV EMAS) itu merupakan kendaraan permukaan tanpa awak yang dilengkapi sensor multi-parametrik untuk mengukur suhu, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO), salinitas, dan kekeruhan air tambak.

Sistem tersebut terintegrasi dengan aplikasi berbasis web dan ponsel, sehingga petambak dapat memantau kondisi tambak dari jarak jauh tanpa harus berada di lokasi. Sumber energi utama perangkat menggunakan panel surya yang dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien.

Hasil uji coba lapangan di tambak udang vaname di Jember menunjukkan peningkatan stabilitas kualitas air dari sekitar 60 persen menjadi lebih dari 80 persen dalam kondisi optimal.

Mortalitas udang dilaporkan menurun, sementara pengambilan keputusan pengelolaan tambak menjadi lebih cepat dan berbasis data.

Pengembangan RSV EMAS juga dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada alat monitoring impor yang relatif mahal dan kurang adaptif terhadap kondisi lokal.

Sejumlah pelaku industri perikanan disebut mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan sistem tersebut ke tahap produksi lebih luas.

Selain mendukung produktivitas, penggunaan energi surya pada perangkat itu turut mendorong praktik budi daya yang lebih berkelanjutan dengan menekan penggunaan listrik konvensional dan bahan bakar fosil.

Riset tersebut juga melibatkan mahasiswa serta siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang perikanan dalam proses desain, perakitan, hingga pengujian alat, sehingga mendukung penguatan pendidikan vokasi dan inovasi teknologi akuakultur di dalam negeri. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.