Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendes Yandri Gagas Donor Darah dari Desa untuk Indonesia

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Mendes Yandri Gagas Donor Darah dari Desa untuk Indonesia Doc: ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT
Ket. Mendes PDT Yandri Susanto meninjaun pelaksanaan donor darah di lingkungan Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (8/1).

JAKARTA -- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menggagas gerakan donor darah dari masyarakat desa untuk mencukupi kebutuhan darah di seluruh Indonesia.

Menurut Mendes Yandri, gerakan donor darah itu merupakan langkah penting untuk dilaksanakan secara rutin tidak terbatas pada kegiatan tahunan sebagai rangkaian acara Peringatan Hari Desa.

“Saya minta ini bukan hanya rangkaian Peringatan Hari Desa tapi kami akan membuat gerakan donor darah dari desa. Ini bukan gerakan satu atau dua desa tapi akan kami lakukan di seluruh desa akan menjadi gerakan donor darah dari desa,” kata dia di hadapan Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Eko Witjaksono di Kantor Kemendes PDT Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, dia menyampaikan gagasan gerakan donor darah dari desa untuk Indonesia itu muncul berawal dari fakta banyaknya kebutuhan darah setiap tahunnya, yakni diperkirakan 5,6 juta kantong. Namun, persediaan darah yang dimiliki sering mengalami kekurangan sehingga perlu dibantu oleh masyarakat desa yang jumlahnya mendominasi wilayah Indonesia.

Untuk memastikan realisasi gagasan itu berjalan dengan lancar, Mendes Yandri akan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga lain, seperti Kementerian Kesehatan, PMI, dan tenaga medis baik di pusat maupun kabupaten/kota. Pasalnya, ujar dia, masih banyak stigma masyarakat desa tentang efek rutinitas donor darah ini.

“Kami yakin dengan memperluas literasi tentang donor darah ke desa-desa maka warga desa, perangkat desa, BPD, insya Allah bisa secara sukarela menyumbangkan darah untuk Republik ini. Perlu kerja sama dengan orang-orang yang bisa dipercaya untuk menyampaikan bahwa program donor darah itu untuk kesehatan, bahwa donor darah itu sehat. Sehat untuk yang mendonorkan dan sehat untuk yang menerima donor,” ucap Mendes Yandri menjelaskan.

Sementara itu, Kemendes PDT telah melaksanakan langkah donor darah sebagai rangkaian dari Peringatan Hari Desa Tahun 2026. Kegiatan itu diikuti ratusan pegawai dari seluruh unit kerja. Kegiatan diawali dengan pendataan dan pemeriksaan kesehatan sehingga memastikan darah aman untuk transfusi dengan mendeteksi penyakit menular dan riwayat kesehatan.

Donor darah tersebut diapresiasi Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Witjaksono. Menurutnya, memasukkan donor darah sebagai bagian dari Peringatan Hari Desa 2026 merupakan langkah cerdas yang nilainya besar terlebih ketika melibatkan warga di 75.266 desa.

“Ini kegiatan terpuji karena darah bisa menyelamatkan nyawa. Maka, terima kasih kepada para pendonor yang secara sukarela mendaftar dan berkontribusi dalam kebaikan ini,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.