Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Tanah Kering Jadi Pangan, Natuna Panen Padi Gogo

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Tanah Kering Jadi Pangan, Natuna Panen Padi Gogo Doc: ANTARA/ Muhamad Nurman
Ket. Proses panen padi gogo di Desa Sebadai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, Kepri pada Rabu (7/1/2026).

NATUNA – Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dalam menanam dan memanen padi gogo di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, menunjukkan inisiatif konkret penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

Budidaya padi gogo, yang adaptif terhadap lahan kering dan minim irigasi, menjadi strategi tepat bagi wilayah kepulauan dengan keterbatasan sumber daya air.

Capaian ini tidak hanya memperluas sumber pangan lokal, tetapi juga memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa dan penopang kemandirian pangan daerah.

Wakil Bupati Natuna Jarmin, di Natuna, Kepri, Rabu (7/1), mengatakan pada Rabu pagi dirinya bersama pihak terkait melaksanakan panen simbolis padi gogo yang ditanam di lahan seluas dua hektare di desa tersebut.

Padi gogo itu ditanam oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bedung Lestari Desa Sebadai Ulu dengan menggunakan anggaran desa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Desa Sebadai Ulu karena telah melaksanakan program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan,” ucap Jarmin.

Ia menyebutkan hasil panen gabah dari setiap hektare lahan diperkirakan mencapai empat ton. Dari jumlah tersebut, diperkirakan akan dihasilkan sekitar dua ton beras per hektare.

“Untuk dua hektare diperkirakan menghasilkan empat ton beras. Jika diuangkan nilainya sekitar lebih dari Rp40 juta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali mengatakan padi gogo tersebut baru ditanam di Desa Sebadai Ulu.

Menurut dia, hasil produksi dari lahan tersebut sudah maksimal dan berpotensi meningkat apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menjelaskan padi gogo merupakan varietas padi yang bisa ditanam di lahan kering dan hanya mengandalkan air hujan.

Selain di Desa Sebadai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Laut, padi gogo juga ditanam di Serasan dengan luas tanam 10 hektare dan Bunguran Tengah sebanyak empat hektare. Pengembangan padi itu merupakan program Kementerian Pertanian.

“Karakter tanah di Desa Sebadai Ulu cocok untuk ditanami padi, baik padi gogo yang tidak membutuhkan banyak air maupun padi sawah,” ujarnya.

Wan Syazali menambahkan Pemerintah Kabupaten Natuna tidak bisa memberikan bantuan berupa pupuk atau peralatan, karena lahan dikelola oleh BUMDes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
SAR Natuna Evakuasi Nelayan...
Megapolitan
Jakarta Berhasil Jadi Kota ...
Daerah
Pembukaan Jatiluwih Festiva...

Wayang Relief Resmi Diluncurkan di Borobudur

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wayang Relief Resmi Diluncu...

Pemecahan Rekor MURI Pramuka Garuda di Surabaya

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pemecahan Rekor MURI Pramuk...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.