Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG di Natuna Sajikan Rendang Sapi dan Paket Gizi Lengkap bagi Siswa dan Kelompok B3

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 16:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG di Natuna Sajikan Rendang Sapi dan Paket Gizi Lengkap bagi Siswa dan Kelompok B3 Doc: Antara
Ket. Sapi yang digunakan untuk menu MBG di Bunguran Selatan pada Senin (16/3).

Natuna - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunguran Selatan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyajikan menu daging sapi bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Kepala SPPG Bunguran Selatan Athoriq Faylan Mawardi dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan pihaknya memotong satu ekor sapi pada Sabtu (14/3) untuk diolah menjadi menu makanan bergizi yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat pada Senin (16/3).

Daging sapi tersebut akan diolah menjadi rendang sapi kering yang kemudian disajikan bersama sejumlah makanan pendamping lainnya. Makanan yang disiapkan antara lain buah apel, buah naga, susu UHT, roti sobek, ayam, serta lauk tambahan seperti tahu dan tempe ungkep.

Menurut dia, menu tersebut disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi para penerima manfaat sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.

“Kami memotong sapi satu ekor untuk diolah menjadi menu program MBG,” katanya.

Athoriq menjelaskan SPPG Bunguran Selatan melayani berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari siswa, guru, hingga kelompok ibu dan balita.

Adapun jumlah penerima manfaat yang dilayani mencakup 218 siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 52 guru PAUD, 449 siswa sekolah dasar (SD) dan 80 guru, 115 siswa SMA dan 25 guru, serta 176 siswa SMP sederajat dan 41 guru.

Selain itu, program tersebut juga menyasar kelompok B3 yang terdiri atas 150 balita, 41 ibu menyusui (busui), dan 36 ibu hamil (bumil).

Ia menambahkan porsi makanan yang diberikan berupa makanan kering mulai atas porsi besar hingga kecil.

“Secara keseluruhan, jumlah peserta didik yang dilayani sebanyak 956 orang, guru 198 orang, dan kelompok B3 sebanyak 227 orang,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.