Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maraknya Tawuran di Jakarta, DPRD DKI Minta Bansos Keluarga Pelaku Dicabut

📅 Senin, 05 Jan 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Maraknya Tawuran di Jakarta, DPRD DKI Minta Bansos Keluarga Pelaku Dicabut Doc: ANTARA FOTO/Ridwan Hasan
Ket. Sejumlah warga Jalan Tambak bentrok dengan warga Manggarai di Jembatan Pintu Air Manggarai, Jakarta, Minggu (30/11/2014)

JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, aksi tawuran kembali menghantui sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan memicu keprihatinan berbagai pihak. Fenomena ini dinilai bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi cerminan lemahnya kontrol dan tanggung jawab keluarga.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menilai maraknya tawuran tidak bisa dilepaskan dari minimnya peran keluarga dalam pembinaan anak. Menurutnya, keluarga seharusnya menjadi benteng utama agar anak tidak terjerumus ke aktivitas destruktif.

Justin menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan yang konsisten dari lingkungan keluarga. Setiap orang tua dinilai memiliki kewajiban memastikan anggota keluarganya tidak terlibat dalam aksi kekerasan jalanan.

“Tawuran ini perilaku yang menular,” ujar Justin, Senin (5/1).

Ia menilai lemahnya tanggung jawab keluarga membuat tawuran terus berulang dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya efek jera atau konsekuensi nyata yang dirasakan pelaku maupun keluarganya.

“Hingga saat ini terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya,” tutur Justin.

Justin menyoroti pola penanganan tawuran yang selama ini dinilai tidak menyentuh akar masalah. Penindakan terhadap pelaku kerap berhenti pada tahap simbolik tanpa pembinaan lanjutan yang jelas.

Menurutnya, ribuan pelaku tawuran yang terjaring aparat selama ini hanya dipulangkan ke orang tua. Proses tersebut sering berakhir dengan permintaan maaf tanpa pendampingan sosial atau sanksi yang berdampak.

Situasi ini dinilai membuat pelaku tidak merasa jera dan berpotensi mengulangi perbuatannya. Dampaknya, tawuran terus berulang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, Justin mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bersikap lebih tegas. Ia meminta Dinas Sosial melakukan evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial yang terbukti memiliki anggota keluarga terlibat tawuran.

Langkah evaluasi bansos dinilai perlu sebagai bentuk tanggung jawab sosial keluarga. Bantuan dari negara tidak boleh dilepaskan dari kewajiban menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas,” kata Justin.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia tersebut menegaskan bahwa bantuan sosial bersumber dari uang publik. Karena itu, bansos seharusnya diberikan kepada warga yang berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta. Sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga yang baik,” pungkas Justin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Ukraina Klaim Produksi Miny...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Daerah
Pemkab Sigi: 787 Rumah Rusa...
Megapolitan
Warga Tangerang Pertimbangk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.