Korut Protes Keras Serangan AS ke Venezuela
📅 Senin, 05 Jan 2026, 15:02 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
ANKARA - Korea Utara, Minggu (4/1), mengecam keras serangan terbaru AS di Venezuela yang menyebabkan penangkapan presidennya, menyebut tindakan Washington sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap hukum internasional dan contoh lain dari "sifat jahat dan biadabnya," lapor kantor berita negara KCNA.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan Pyongyang memahami beratnya situasi saat ini di Venezuela, yang menurutnya disebabkan oleh "tindakan paksaan" AS.
Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa meningkatnya ketidakstabilan akan semakin memperburuk situasi regional yang sudah rapuh.
"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," kata kementerian tersebut.
Korea Utara menggambarkan tindakan AS itu sebagai "hegemoni" dan bentuk "pelanggaran" kedaulatan yang paling serius, menyebutnya sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, yang prinsip-prinsip dasarnya meliputi penghormatan terhadap kedaulatan, tidak campur tangan dalam urusan internal, dan integritas wilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pyongyang mendesak komunitas internasional untuk menyuarakan protes terhadap AS dan menanggapi serius krisis Venezuela, memperingatkan bahwa krisis tersebut telah membawa konsekuensi buruk bagi stabilitas regional dan hubungan internasional.
Pemerintah Venezuela pada Sabtu pagi (3/1) mengatakan AS menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian, dan kemudian menyatakan keadaan darurat nasional.
Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi serangan "berskala besar" tersebut, dan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri. Mereka telah dibawa ke pusat penahanan di New York.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan tekanan AS yang meningkat terhadap Maduro, yang dituduh Washington terlibat dalam perdagangan narkoba. Pemimpin Venezuela itu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berdialog. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!