Gubernur Pramono Beri Deadline Akhir Januari Perihal Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak
📅 Senin, 05 Jan 2026, 19:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan HR Rasuna Said dan Senayan akan dimulai pada minggu ketiga Januari. Kepastian ini disampaikan langsung Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan pada Senin (5/1/2026).
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memberikan tenggat waktu tegas kepada PT Adhi Karya untuk menyelesaikan pembongkaran. Batas waktu yang diberikan adalah satu bulan sejak surat resmi dilayangkan oleh Pemprov DKI.
"Minggu ketiga Januari," ucap Pramono singkat menegaskan jadwal dimulainya pembongkaran.
Menurut Pramono, jika PT Adhi Karya tidak mampu menyelesaikan pembongkaran sesuai batas waktu yang ditentukan, Pemprov DKI Jakarta siap turun tangan langsung. Pemerintah daerah tidak ingin persoalan tiang monorel terus berlarut dan mengganggu wajah kota.
"Karena kami sudah mengeluarkan surat dan sudah kita kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri," kata Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana pembongkaran tiang monorel ini bukan kali pertama disampaikan oleh Pramono. Sejak awal menjabat, ia menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek mangkrak yang sudah bertahun-tahun membebani ruang publik Jakarta.
Setelah pembongkaran rampung, Pemprov DKI berencana langsung menata ulang kawasan bekas proyek monorel tersebut. Penataan difokuskan pada pelebaran jalan dan perbaikan trotoar demi kenyamanan pejalan kaki.
Konsep penataan kawasan ini akan mengacu pada koridor Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Pramono ingin kualitas ruang publik di Rasuna Said dan Kuningan setara dengan kawasan utama Jakarta lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita perbaiki dan kita buat jalan lebih lebar, tempat monorelnya kita hilangkan. Saya yakin ini akan membuat Rasuna Said dan Kuningan menjadi jalan yang lebih baik," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Ia juga memastikan perbaikan trotoar akan dilakukan di sisi kiri dan kanan jalan. Dengan begitu, penataan kota tidak hanya terpusat di Sudirman-Thamrin, tetapi merata hingga kawasan lain yang selama ini terabaikan.
Menurut Pramono, pembongkaran tiang monorel merupakan bagian dari upaya besar menata ulang wajah Jakarta. Selain mengembalikan fungsi jalan, langkah ini juga bertujuan memperbaiki estetika ruang publik yang selama ini terganggu proyek mangkrak.
"Persoalan yang berlarut-larut monorel di Rasuna Said maupun Senayan, mudah-mudahan Januari bisa saya bereskan," ucapnya.
Polemik tiang monorel sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, wacana pembongkaran sempat mencuat namun tidak pernah terealisasi.
Saat itu, Pemprov DKI Jakarta sempat berencana membeli tiang monorel tersebut. Namun perbedaan harga yang dinilai terlalu jauh membuat rencana itu batal dilaksanakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!